6 Alasan Kenapa Views YouTube Berkurang – Selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, views dan subscribers YouTube kamu telah berkembang, dan kamu relatif senang dengan strategi konten yang kamu terapkan. Namun, tiba-tiba kesenangan itu terhenti, dan meskipun kamu telah membuat dan mem-publish video-video baru, kamu tetap mendapatkan views yang lebih sedikit dari rata-rata sebelumnya. Kenapa views YouTube berkurang?

Alasan Kenapa Views YouTube Berkurang

Ada beberapa alasan yang akan dijelaskan di artikel ini tentang kenapa views YouTube berkurang. Simak sampai selesai, ya!

1. Lockdown Global – Pengaruh ke views YouTube

Apakah channel YouTube kamu mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa bulan belakangan? Dengan global lockdown yang terjadi di seluruh dunia karena pandemi Covid-19, banyak di antara kita yang terjebak di dalam rumah dan “dipaksa” untuk menonton Netflic, Hulu, Disney+, maupun YouTube, karena tidak ada lagi kegiatan yang bisa dilakukan.

Namun sekarang, dunia telah kembali pulih dari pandemi Covid-19, yang artinya adalah aktivitas di dalam rumah menjadi semakin berkurang dan orang-orang menjadi semakin jarang untuk menonton Netflix atau YouTube sepanjang waktu.

2. Perubahan musiman berpengaruh terhadap audiens YouTube

Jika kamu merasa sudah menjalani langkah-langkah yang tepat untuk kontenmu, dan kamu meningkatkan kualitas kontenmu secara terus menerus, pada akhirnya YouTube akan memberikan apresiasi kepada channel-mu. Tidak usah kuatir tentang penurunan views jangka pendek dalam channel-mu. Karena, sayangnya, memang tidak semua channel bisa populer sepanjang waktu.

Ambil contoh channel yang membahas tentang makanan dan minuman. Channel tersebut bisa mengalami kenaikan jumlah views yang luar biasa pada hari libur panjang, libur lebaran, dan akhir tahun. Di luar dari periode-periode tersebut, views mereka cenderung akan mengalam penurunan.

Hal yang sama juga terjadi pada channel informasi mengenai teknologi yang biasanya mengalami kenaikan di musim-musim natal. Channel-channel tersebut bisa mengalami kenaikan views yang luar biasa dengan konten unboxing dan review gadget, karena audiens memang mencari tahu ide kado gadgeti untuk musim natal. Namun ketika akhir tahun telah tiba dan audiens telah menghabiskan uang mereka untuk berbelanja, views yang channel-channel ini dapatkan akan menurun.

Hal seperti inilah yang menuntut kamu sebagai content creator untuk bisa cerdas dalam memanfaatkan situasi. Masa-masa penurunan views tersebut bisa dijadikan sebagai kesempatanmu untuk berinvestasi di pembelian alat-alat baru, atau belajar menggunakan software editing yang baru, atau melatih dirimu untuk lebih bisa bicara dengan lancar di depan kamera. Jadi, lakukanlah hal-hal di belakang layar yang akan meningkatkan kualitasmu. Sehingga, jika audiesn mulai mendatangi channel-mu lagi, konten-konten yang kamu produksi akan semakin berkualitas.

3. Perubahan kebijakan YouTube

Hal yang lain yang bisa memengaruhi channel-mu adalah perubahan kebijakan dari YouTube.

Perubahan terakhir yang dilakukan oleh YouTube adalah peraturan mengenai kebijakan FTC dan COPPA. Singkatnya, YouTube dikenakan denda ratusan juta dollar untuk membereskan kekacauan ini, dan dengan membereskan kekacauan tersebut berarti akan ada banyak perubahan yang dialami oleh para kreator.

Dalam peraturan baru YouTube, jika kamu membuat video yang ditargetkan untuk audiens dengan usia di bawah 13 tahun, kamu harus mengumumkannya. Ketika kamu mengumumkannya, itu berarti orang-orang tidak akan bisa berkomentar di kontenmu, subscribers-mu tidak bisa mendapatkan notifikasi konten baru, dan kamu akan berpotensi mengalami pengurangan pendapatan dari YouTube.

YouTube selalu mengubah kebijakan mereka, terutama tentang pedoman komunitasnya. Hal ini akan berpengaruh terhadap bagaimana video-video yang kamu produksi didistribusikan di YouTube, dan bagaimana algoritmanya memengaruhi konten kita.

Sebagai seorang kreator, kamu perlu terus menerus update tentang kebijakan dan pedoman komunitas YouTube. Pastikan kamu subscribe ke YouTube blog untuk mendapatkan informasi terbaru seputar YouTube dan perubahan-perubahannya secara reguler.

4. Perubahan Algoritma

YouTube selalu memperbarui dan mengubah algoritmanya secara konstan untuk membantu para viewer mendapatkan konten sesuai dengan minat mereka.

YouTube mencoba membuat sebuah ekosistem dimana orang-orang bisa tetap berada di dalam YouTube selama mungkin, dan mereka mencoba melakukannya dengan menyajikan konten-konten yang viewers mau. Tidak diragukan lagi memang perubahan algoritma tersebut akan memiliki dampak besar bagi beberapa channel. Namun, perubahan algoritma tersebut juga akan memiliki dampak positif bagi YouTube channel yang lain.

5. Kegagalan channel disebabkan karena para kreator tidak sesuai dengan algoritma YouTube

Kamu mungkin pernah melakukan suatu inovasi pada kontenmu dan bisa mendulang kesuksesan besar dari situ. Lalu kamu mengulangi inovasi tersebut secara berulang-ulang dan mengharapkan kesuksesan yang sama. Namun, semuanya telah berubah, dan inovasi yang kamu buat ternyata sudah dianggap “ketinggalan jaman”.

Mungkin kamu punya sebuah channel YouTube yang sukses di lima atau enam tahun lalu, namun kamu memutuskan untuk berhenti sejenak dari YouTube. Ketika kamu kembali, kamu melakukan produksi konten yang sama dengan lima atau enam tahun lalu, namun semua algoritma dan ekosistemnya telah berubah.

Bayangkan saja channel-mu mendulang kesuksesan dan mendatangkan banyak views. Namun topik yang kamu bawa dalam konten tersebut semakin kompetitif dan semakin banyak yang membahas topik yang sama denganmu. Otomatis itu akan mempersempit ruang kreativitasmu. Yang bisa kamu lakukan adalah berinovasi dengan ide-ide yang baru dan segar untuk memperluas ruang kreativitasmu.

Jadi, anggaplah ini adalah sebuah peringatan untuk kita semua; jangan terlalu nyaman. Selalu belajar, selalu berinovasi, dan selalu mencoba hal-hal baru.

5. Tidak ada yang tertarik lagi dengan kontenmu

Di atas kita telah membahas perubahan musiman dan bagaimana hal tersebut bisa berimbas ke sebuah channel. Namun, bagaimana jadinya jika perubahan musim tersebut bersifat permanen?

Sebagai contoh, “Game of Thrones” telah menjadi fenomena budaya dalam satu dekade terakhir, dan banyak channel di YouTube yang membuat konten dan membahas tentang Game of Thrones mulai dari karakternya, review, sinopsis, prediksi, dan lain-lain.

Namun, series Game of Thrones telah tamat, dan sekarang ketertarikan audiens untuk series ini mungkin juga telah hilang. Jadi, jika kamu tetap melanjutkan untuk membuat konten tentang series Game of Thrones, apakah channel-mu akan bertahan? Mungkin tidak.

Ini juga permasalahan yang dialami oleh banyak channel gaming. Mereka mendulang kesuksesan yang sangat tinggi di beberapa jenis gim, namun, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Lalu, apa yang mereka lakukan? Itulah tuntutan kreator untuk selalu kreatif dan selalu bisa mempersiapkan adaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.

Di atas adalah alasan-alasan kenapa views YouTube berkurang. Semoga bermanfaat!

0

Write A Comment

×

Dapatkan insight dan berdiskusi langsung seputar Digital Marketing, Sosial Media, tips website development, dan lowongan kerja di Grup Telegram.

GRATIS!

Join Grup Telegram