Apa itu Black Hat SEO? – 10 tahun lalu, banyak orang yang salah berasumsi bahwa SEO adalah taktik pemasaran manipulatif untuk ‘menipu algoritma’ dan menggunakan banyak taktik untuk membuat Google menganggap bahwa website Anda adalah hasil terbaik dalam kata kunci yang dicari orang.

Asumsi tersebut adalah salah kaprah. Idealnya, SEO harus selalu memfokuskan ke usaha-usaha dalam menciptakan hasil terbaik di dalam website, bukan hanya membuatnya “tampak baik”.

Namun sayangnya, banyak pemasar terutama di bidang digital marketing menggunakan teknik black hat SEO untuk meranking website-website mereka. Lalu sebenarnya, apa itu black hat SEO? Pada artikel kali ini, kita akan membahas secara lengkap teknik-teknik apa saja yang harus dihindari dalam optimasi mesin pencarian, terutama Google. Simak artikel ini sampai selesai, ya!

Apa itu Black Hat SEO?

Black hat SEO adalah praktik-praktik yang untuk melawan dan/atau “mengakali” pedoman mesin pencari untuk mendapatkan peringkat website yang tinggi di dalam hasil pencarian. Taktik ini dianggap tidak etis dan tidak menyelesaikan masalah yang dicari oleh pengguna mesi pencarian. Teknik-teknik dalam Black hat SEO mencakup keyword stuffing, cloaking, dan menggunakan jaringan tautan pribadi.

Untuk bisa muncul di dalam hasil pencarian adalah hal yang sangat penting bagi pertumbuhan bisnis. Namun, ada cara yang benar dan ada cara yang salah dalam melakukan optimasi mesin pencari. Seni gelap dari black hat SEO adalah termasuk ke dalam cara yang salah.Alih-alih bertujuan untuk menyelesaikan masalah bagi pengguna, black hat SEO berusaha untuk mempermainkan algoritma mesin pencarian. Penggunaak teknik black hat SEO yang berkelanjutan cenderung akan merusak keberadaan website Anda di dalam mesin pencarian.

Salah satu tujuan dari mesin pencarian seperti Google adalah menyediakan hasil pencarian terbaik ketika ada seseorang mencari informasi tertentu. Google menginginkan pengguna untuk memiliki pengalaman pencarian yang memuaskan dan memastikan hasil yang mereka tunjukkan ke pengguna tidak bersifat spammy. Google melakukan aktivitas tersebut dengan algoritma yang mereka gunakan, baik secara otomatis maupun manual.

Algoritma mesin pencari juga semakin berkembang dan semakin canggih setiap waktu. Itulah kenapa, jangan sekali-kali menggunakan teknik black hat SEO. White hat SEO merupakan metode yang jauh lebih baik dalam optimasi mesin pencari. Teknik-teknik white hat SEO merupakan teknik yang lebih etis dan mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku di dalam mesin pencarian. White hat SEO berisi tentang bagaimana membuat konten-konten yang berkualitas dan menciptakan pengalaman pengguna yang baik saat pengguna datang ke website Anda.

Teknik-teknik Black Hat dalam SEO

Keyword Stuffing

Keyword stuffing adalah praktik mengisi konten-konten Anda dengan berbagai kata kunci yang tidak relevan, dengan bertujuan memanipulasi algoritma agar halaman artikelnya bisa teranking di halaman hasil pencarian. Menambahkan beberapa variasi keyword yang tidak berhubungan dengan topik kontennya akan menciptakan pengalaman pengguna yang buruk. Hal ini juga bisa membuat halaman artikel Anda meranking keyword yang tidak relevan.

Kecurangan Link Redirect

Pengalihan link adalah ketika seseorang diarahkan ke link yang berbeda dengan link yang mereka klik di awal. Black hat SEO menggunakan teknik redirect ini di luar tujuan utamanya. Hal ini mencakup, mengalihkan crawler mesin pencari ke satu halaman, dan seluruh pengguna ke halaman yang lain.

Contoh lainnya adalah mengarahkan sebuah halaman yang memiliki otoritas halaman yang tinggi dengan banyak backlink ke halaman lain yang tidak relevan, dengan bertujuan untuk meingkatkan posisinya di hasil pencarian.

Pengalihan link menjadi redirect harus digunakan sebagaimana mestinya. Misal, Anda mengganti domain website Anda dan ingin mengarahkan pengguna agar langsung ke website Anda yang baru.

Kualitas Konten Buruk

Konten yang memiliki kualitas buruk yang tidak memiliki nilai berharga bagi para pencari juga merupakan salah satu praktik umum dalam teknik black hat SEO. Konten-konten tersebut mencakup konten yang diambil dari website lain baik oleh bot, artikel spinner, ataupun seseorang. Memang ada beberapa titik dimana Google masih belum pandai mengenali konten-konten mana yang telah disalin dari website lain. Namun, pembaharuan Google Panda pada tahun 2011 mampu menyelesaikan masalah ini, Banyak website dengan konten-konten duplikat mendapatkan penalti dan mengalami kejatuhan di halaman hasil pencarian. Sejak saat itu, Google menjadi jauh lebih baik dalam mengenali duplikasi konten dan konten berkualitas rendah.

Menambahkan keyword yang tidak terlihat pada konten Anda juga merupakan praktik  yang dilarang. Beberapa website yang melakukan black hat SEO melakukan hal ini dengan menjadikan teksnya sama dengan background website mereka.

Menulis konten yang original dan berkualitas adalah hal yang penting dari bagian white hat SEO. Hal ini tidak hanya diperlukan untuk menghindari penalti dari halaman hasil pencarian, namun dengan konten yang original dan berkualitas akan membangun kepercayaan dengan target audiens Anda dan mampun mengubah pengunjung website menjadi pelanggan setia.

Link Berbayar

Google sangat melarang jual beli link. Dalam website-nya, Google mengatakan bahwa “setiap link yang ditujukan untuk memanipulasi ranking halaman atau website ranking di hasil pencarian Google dianggap sebagai bagian dari skema link dan pelanggaran Google Webmaster Guidelines”. Hal ini mencakup menukar produk gratis dalam website dengan link.

Hindari membayar ke website lain untuk menanam backlink ke website Anda. Google telah meminta para pengguna untuk melaporkan jika terjadi jual beli link di dalam sebuah website. Google juga mengatakan bahwa mereka akan memberlakukan penalti baik kepada penjual dan pembeli ketika mereka terbukti melakukan jual beli link.

Pelajarilah jenis-jenis backlink yang baik dan berkualitas untuk website Anda. Anda juga bisa menemukan berbagai backlink gratis dofollow berkualitas untuk website Anda.

Spam Komentar Blog

Sesuai namanya, teknik black hat SEO satu ini mencakup menanam link ke website Anda di dalam komentar blog. Praktik ini memang telah berkurang penggunaannya belakangan ini, setelah Google memperbarui algoritma mereka di dalam komentar blog. Banyak dari blog-blog yang memiliki domain authority tinggi memberlakukan blog komen sebagai link nofollow secara default. Artinya, Google tidak akan mengikuti link-link tersebut.

Jika Anda memiliki publikasi, forum, atau komunitas sendiri, yang mengijinkan komentar dari pengguna, Anda perlu memastikan bahwa kolom komentar tidak akan bisa dispam oleh bot maupun orang asli. Google akan menghapus secara permanen halaman Anda dan menghapus konten spammy dari halaman hasil pencarian. Menggunakan tools anti-spam gratis seperti Google reCAPTCHA bisa membantu Anda untuk memitigasi risiko dari spam-spam tersebut.

Di atas adalah pengertian tentang apa itu black hat SEO dan bagaimana cara menghindarinya. Selalu ikuti aturan Google dalam optimasi mesin pencarian dan hindari hal-hal negatif yang berkaitan dengan website Anda. Semoga bermanfaat!

0

Write A Comment

×

Dapatkan insight dan berdiskusi langsung seputar Digital Marketing, Sosial Media, tips website development, dan lowongan kerja di Grup Telegram.

GRATIS!

Join Grup Telegram