TikTok relatif lamban dalam menerapkan program periklanan. Oleh karena itu, berbagai brand harus menemukan cara alternatif untuk beriklan di TikTok. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa influencer marketing mengalami perkembangan yang pesat media sosial baru tersebut.

TikTok mulai bereksperiman dalam periklanan pada akhir tahun 2018. Pada masa tersebut, banyak diskusi yang membicarakan tentang betapa tingginya biaya TikTok ads. Sebagai contoh, beberapa brand dapat dikenakan biaya sebesar $50,000 hingga $100,000, dan biaya dari sebuah hashtag challenge dikenakan biaya sebesar $150,000 selama enam hari.

Meski begitu, TikTok kini telah memperkenalkan iklan video pendek. Biaya TikTok ads jenis ini pun jauh lebih terjangkau bagi berbagai brand yang ingin beriklan.

TikTok Kini Punya Program Iklan Formal? Apakah Menguntungkan?

TikTok memerlukan waktu yang cukup lama untuk masuk ke dalam persaingan pasar periklanan media sosial. Kini, TikTok telah menyiapkan program periklanan formal mereka.

Namun, kemajuannya cenderung lamban dan bertahap. Setidaknya hal ini berarti kita belum memiliki persaingan yang ketat dalam jaringan periklanan TikTok, tidak seperti Facebook atau Instagram.

biaya tiktok ads - objective
Campaign Objective TikTok Ads

Apakah TikTok Ads Cocok untuk Bisnis Kita?

TikTok semakin populer sebagai aplikasi berbagi video pendek. Bahkan, ada masa dimana TikTok menjadi aplikasi non-game yang paling banyak diunduh di Play Store dan Apple Store. Jadi, tidak mengherankan jika banyak brand yang ingin memanfaatkan fakta tersebut.

Namun, semua TikTok ads (atau bahkan akun profil perusahaan) akan sangat bergantung pada demografi basis pelanggan yang ditargetkan.

Pengembang TikTok dan pendahulunya, Musical.ly memilih untuk membuat aplikasi yang menargetkan usia di bawah 17 tahun. Memang, banyak penggemar TikTok yang tetap menggunakan aplikasi ini seiring bertambahnya usia mereka. Namun, faktanya jelas bahwa sebagian besar pengguna berada di usia muda. Bahkan, kini 41% pengguna TikTok berusia antara 16- 24 tahun. Data dari AppApeLab mengatakan bahwa secara total, 66% pengguna TikTok berusia di bawah 30 tahun.

biaya tiktok ads
Sumber: en.lab.appa.pe

TikTok juga memiliki kecenderungan perempuan yang kuat. Fakta ini mungkin tidak mengejutkan, karena cenderung mencerminkan perbedaan khas antara jenis kelamin dalam hal tipe konten. Di awal pembuatan, TikTok adalah aplikasi yang berbentuk karaoke virtual, dimana bentuk tersebut adalah salah satu hiburan yang lebih banyak dinikmati wanita daripada pria.

biaya tiktok ads
Sumber: en.lab.appa.pe

Jadi, jika bisnis kita menargetkan para wanita muda, maka kita harus serius mempertimbangkan beriklan di TikTok ads, serta mengetahui biaya TikTok ads.

Jika kita menjual produk yang cocok dengan generasi Baby Boomers atau generas X, maka kita mungkin akan memiliki performa yang lebih baik di platform lain yang mereka gunakan.

Biaya TikTok Ads Bisa Jadi Lebih Mahal dibandingkan Facebook & Instagram

Jika melihat beberapa brand besar yang telah beriklan di TikTok seperti Nike dan Disney, jelas mereka memiliki anggaran yang besar dalam beriklan. Mereka mungkin tidak mempermasalahkan tentang biaya TikTok ads sama sekali. Namun, biaya TikTok ads bagi brand kecil bisa tampak lebih mahal daripada Facebook ads yang lebih familiar.

Di Indonesia, biaya TikTok ads bisa mulai dari Rp 3,000 per CPM (biaya per 1000 penayangan iklan). Selain itu, TikTok ads mengharuskan kita untuk menghabiskan minimal Rp 5 juta per campaign.

Jenis-jenis TikTok Ads dan TikTok Marketing

Kerjasama dengan Influencer

Jika kita adalah perusahaan yang ingin memasarkan produk di TikTok, kita hanya punya satu pilihan yang layak. Yaitu untuk bermitra dengan influencer TikTok untuk mempromosikan brand kita.

Jika kita dapat membangun hubungan yang baik dengan pengguna TikTok yang memiliki kinerja bagus dan populer, serta demografi pengikutnya sesuai dengan target audiens kita, maka hal ini mungkin merupakan cara yang paling hemat biaya untuk menyebarkan pesan kita.

Jika kita bisa berkolaborasi dengan seorang influencer untuk mempromosikan produk kita ke jaringan pengikut yang besar, kita akan memiliki kesempatan untuk menghasilkan return on investment yang baik.

Mempromosikan Akun TikTok Sendiri

Jika brand kita memiliki tim social media marketing yang masih muda, dan target brand kita adalah target yang tepat untuk demografi TikTok, kita bisa mempertimbangkan untuk membuat akun TikTok untuk perusahaan kita.

Aktivitas ini sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang berarti dari Instagram, Facebook, Twitter, atau YouTube.

Namun, yang perlu diingat adalah orang-orang tidak kembali ke TikTok untuk mempelajari tentang brand atau produk kita. Mereka biasanya membuka TikTok untuk hiburan.

Jadi, jika kita membuat akun TikTok, kita harus memberikan manfaat bagi pengikut kita. Dengan membagikan video yang akan menarik minat mereka, bukan tidak mungkin mereka akan penasaran dengan apa yang brand kita tawarkan.

Membagikan Konten TikTok ke Platform Lain

Hanya karena sebuah konten dibuat di TikTok, itu tidak berarti konten tersebut hanya dibagikan di TikTok saja. Contoh, kita juga sering melihat banyaknya channel YouTube dimana orang-orang membagikan video highlight TikTok.

Kita bahkan juga bisa mempromosikan konten TikTok yang relevan ke Instagram Stories dan Snapchat, karena dua penempatan tersebut memiliki format yang sama dengan TikTok.

Program Periklanan TikTok

TikTok akhirnya mengikuti jejak Facebook, Instagram, Twitter, YouTube dan LinkedIn dalam membuat jaringan periklanan mereka sendiri.

Memang, TikTok ads terkesan relatif sangat dini untuk dicoba. Namun, para pengiklan yang lain juga masih belum mencoba untuk beriklan di TikTok. Dengan begitu, kecil kemungkinan pesaing kita akan membanjiri TikTok dengan bid iklan yang lebih tinggi daripada bid kita.

Jenis-jenis Format TikTok Ads

TikTok ads menawarkan 3 tipe format utama:

  1. In-feed native ads
  2. Brand takeover ads
  3. Hashtag challenges

TikTok ads berformat in-feed adalah video pendek, walaupun memang kita bisa mengoptimasinya dengan gambar statis. Kita bahkan dapat menggunakan filter kustom untuk memperbagus konten kita.

Lalu, apa lagi format-format lainnya?

TikTok Native Ads

Iklan berformat in-feed native berjalan mirip dengan Facebook dan Google. Artinya, kita memiliki kesempatan untuk menggunakan sistem bid.

Sumber: learn.g2.com

Brand Takeover Ads

Sumber: learn.g2.com

Dengan tipe format iklan ini, iklan kita akan muncul ketika pengguna TikTok membuka aplikasi mereka. Pengguna yang tertarik akan mengklik ikan kita, dan kita akan mengarahkan mereka ke halaman website kita.

Satu hal yang perlu diingat adalah pastikan halaman landing page kita memiliki kualitas yang cukup baik. Tidak ada gunanya mengarahkan orang ke halaman website kita jika mereka segera keluar dari website kita.

Hashtag Challenges

Meskipun aktivitas hashtag challenges cenderung terkesan tidak resmi, nyatanya kita bisa menjadikan aktivitas tersebut resmi.

Manfaat dari aktivitas ini adalah kita bisa membuat banyak user-generated content dari para pengikut kita. Seluruh engagement yang dihasilkan dapat berdampak positif terhadap brand kita.

Saat kita harus membayar untuk campaign hashtag challenge dalam awal pembuatannya, konten-konten hashtag challenge yang dibuat oleh para pengikut kita adalah gratis.

Sumber: learn.g2.com

Namun bagaimanapun, biaya keseluruhan dari TikTok ads hashtag challenge dinilai masih terlalu tinggi bagi bisnis-bisnis kecil.

Semoga artikel ini bermanfaat!

0

Write A Comment

×

Dapatkan insight dan berdiskusi langsung seputar Digital Marketing, Sosial Media, tips website development, dan lowongan kerja di Grup Telegram.

GRATIS!

Join Grup Telegram