Umumnya, teknik SEO digunakan agar membuat website kita unggul dan berhasil muncul di halaman pertama pencarian Google. Namun, berbeda halnya dengan istilah Negative SEO.

Istilah Negative SEO digunakan untuk menggambarkan sebuah strategi kampanye negatif untuk menjatuhkan peringkat atau posisi website kompetitor di halaman hasil pencarian Google. Tentunya, penggunaan Negative SEO akan sangat merugikan bagi sebuah website.

Serangan Negative SEO akan merusak reputasi sebuah website di mata mesin pencari, khususnya Google. Lebih jelasnya, mari kita bahas lebih mendalam di bawah ini.

Daftar Isi

Apa itu Negative SEO?

Dilansir dari blog SEMRush, Negative SEO adalah serangkaian praktik curang yang ditujukan untuk mensabotase peringkat pencarian dari website kompetitor. Negative SEO juga dikenal sebagai “black-hat SEO“. Teknik black hat SEO sendiri adalah sebuah teknik optimasi pencarian yang dilarang oleh Google.

Apa saja bentuk-bentuk dari aktivitas Negative SEO? Di antaranya adalah;

  • Menciptakan banyak spam link yang ditargetkan ke website kita. Jumlahnya bisa ratusan bahkan mencapai ribuan link.
  • Membuat artikel versi duplikat dari website kita, kemudian menerbitkan artikel tersebut ke banyak tempat. Sehingga, website kita akan terdeteksi plagiasi.
  • Meretas website kita
  • Membuat akun palsu di media sosial untuk merusak reputasi website kita
  • Meletakkan backlink yang tertarget ke website kita dengan anchor text yang tidak berkualitas.

Negative SEO adalah Ancaman Bagi Website Kita

Ketika kita menyadari bahwa website kita telah terkena serangan Negative SEO, maka perlu diingat bahwa hal ini merupakan ancaman nyata untuk website kita.

Sebuah website yang terkena serangan Negative SEO akan sulit mengembalikan reputasi mereka di mata mesin pencari. Sehingga, hal terbaik dalam mengantisipasi serangan Negative SEO ini adalah dengan cara pencegahan.

Tidak hanya itu. Negative SEO juga sudah menjadi hal yang umum di kalangan pengembang website hingga banyak penyedia-penyedia jasa Negative SEO di internet.

jasa negative seo
Salah satu pengguna Reddit menawarkan jasa Negative SEO

Cara Mencegah Negative SEO di Website Kita

Seperti yang telah dijelaskan di paragraf sebelum ini, solusi terbaik adalah dengan cara pencegahan. Karena, jika website kita telah terkena serangan ini, maka akan membutuhkan waktu yang lama serta usaha yang cukup besar agar reputasi website kita kembali.

Lalu, bagaimana cara mencegah serangan Negative SEO?

  1. Aktifkan fitur “email alert” di Google Search Console. Sehingga, Google dapat mengirimkan peringatan ke email kita jika terjadi hal-hal berikut ini;
  • Website deindex
  • Serangan malware/script jahat
  • Koneksi ke server bermasalah
  • Ketika website terkena penalty

2. Lindungi Website dari Malware dan Hacker

Jangan pernah abaikan keamanan website kita. Karena, keamanan website adalah hal penting. Untuk website dengan CMS WordPress, maka kita dapat menggunakan plugin Login Lockdown maupun Google Authenticator. Login Lockdown akan membantu mengamankan website kita dari hacker yang mencoba membobol kata sandi kita.

Sedangkan Google Authenticator berfungsi untuk verifikasi 2 langkah. Dimana setiap kali kita login, maka kita akan diminta untuk memasukkan kode yang dikirimkan oleh plugin ini ke nomor terkait kita.

Cara lain yang bisa kita gunakan untuk melindungi website adalah dengan menggunakan password yang kuat dan tidak mudah ditebak. Hal ini mungkin terkesan klise, namun cukup terbukti ampuh.

Jangan lupa untuk secara rutin melakukan backup file dan database agar data website kita selamat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, kita juga bisa menginstall antivirus pada hosting kita untuk mencegah datangnya malware.

3. Melacak Backlink

Banyak dari para pelaku Negative SEO yang melakukan serangannya dengan cara membangun link dari website-website berkualitas rendah ataupun link redirect. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk secara rutin melacak backlink website kita.

Kita bisa menggunakan banyak tools untuk melacak backlink yang mengarah ke website kita. Beberapa di antaranya seperti SEMRush, Ahrefs, dan Ubersuggest. Manfaatkan tools-tools tersebut untuk melihat perkembangan links yang mengarah ke website kita.

4. Berikan Perlindungan untuk Backlink Terbaik

Selain mengarahkan spam link ke website kita, aktivitas Negative SEO juga kerap kali menghapus link berkualitas yang telah kita bangun. Bagaimana caranya?

Pelaku biasanya menghubungi pemilik website yang di dalamnya tertanam backlink kita, dan mengaku sebagai diri kita untuk meminta pemilik website agar menghapus link website kita.

Untuk mencegah hal ini, penting untuk kita agar menggunakan email dengan domain website sendiri saat membangun link dan menghubungi pemilik website lain. Dengan begitu, identitas kita akan dinilai cukup valid dan resmi.

5. Lakukan Strategi SEO yang Disarankan Google

Google telah merilis banyak panduan kepada para pemilik website tentang bagaimana cara membangun website dengan teknik SEO yang baik dan benar. Namun, kita sebagai pemilik website seringkali tergoda dan mengabaikan panduan tersebut dengan lebih memilih trik instan seperti spamming.

Maka dari itu, sangat disarankan untuk kembali ke strategi SEO yang disarankan oleh Google, serta hindari aktivitas-aktivitas seperti;

  • Membuat artikel berkualitas rendah. Jika kita membuka kesempatan guest post terhadap blogger lain untuk memposting artikel di website kita, maka kita harus memastikan bahwa artikel yang akan diposting tersebut adalah artikel yang benar-benar berkualitas.
  • Memberi backlink ke website yang terkena penalty.
  • Membeli backlink
  • Menggunakan kata kunci yang terlalu banyak (stuffing keyword)

Cara Mengatasi Negative SEO

Jika di atas adalah cara pencegahan Negative SEO, bagaimana cara mengatasinya? Bagaimana jika Negative SEO sudah terlanjur menyerang website kita? Yang perlu diingat adalah, diperlukan ketekunan dan kesabaran untuk mengembalikan website kita ke posisi semula. Maka, siapkan hal itu terlebih dahulu.

Lalu, apa langkah teknis selanjutnya?
1. Catat dan Buatlah Daftar Backlinks yang Ingin Dihapus

Dengan menggunakan Google Search Console ataupun tools SEO yang lain, lakukanlah monitoring pertumbuhan jumlah backlink ke website kita secara rutin dan buatlah daftar atau tandai semua link yang menuju ke website kita.

Periksalah sumber link yang mencurigakan. Jika kita merasa bahwa link-link tersebut dapat merusak reputasi website, maka sebaiknya dihapus saja.

2. List Backlink untuk Dihapus

Setelah memiliki daftar backlink untuk dihapus, maka langkah selanjutnya adalah menghubungi pengelola website tersebut melalui halaman kontak. Jika tidak ada halaman kontak, kita bisa melacak pemilik website menggunakan Who.is untuk mendapatkan informasi berupa alamat email dan nomor kontak terkait.

3. List Disavow Link

Jika kita pernah menerima email pemberitahuan tentang manual penalty dari Google, maka gunakanlah Google Disavow Tool untuk menghapus link-link buruk. Kumpulkan link tersebut, lalu submit untuk disavow ke Google Search Console.

Yang terakhir dan terpenting, utamakan keamanan website kita dan lakukanlah teknik SEO sesuai dengan panduan Google. Melakukan teknik SEO yang baik dan benar memang membutuhkan banyak waktu dan kesabaran. Namun, efek dari teknik tersebut akan bertahan lebih lama daripada cara instan yang berbahaya bagi website kita.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Author

Digital & Performance Marketing Specialist yang menyediakan berbagai jasa digital marketing untuk membantu mengembangkan bisnis Anda. Mari berkolaborasi dengan saya!

Write A Comment

CARI JASA DIGITAL MARKETING?

Ingin meningkatkan penjualan & Brand Awareness produk Anda dengan Digital Marketing?
Mari berkolaborasi dengan saya!