Pada tahun 2006, Amazon melaporkan bahwa setiap dalam setiap 100 mili detik mereka meningkatkan kecepatan website-nya, mereka mendapatkan 1% peningkatan pendapatan. Setelahnya, Google mengumumkan bahwa kecepatan pemuatan halaman adalah termasuk ke dalam pertimbangan mereka dalam menentukan peringkat halaman pencarian.

Sejak saat itu, mulai banyak bermunculan berbagai studi kasus yang menjelaskan tentang manfaat memiliki website yang cepat. Artikel ini telah mengumpulkan semua hal yang memungkinkan kita untuk memiliki website yang cepat.

Pertama-tama, seberapa cepat kita harus mengoptimalkan kecepatan website kita? Mengoptimalkan website kita bisa menjadi proses yang berkelanjutan. Sehingga, akan selalu ada ruang untuk perbaikan dari waktu ke waktu. Jadi, kapan kita harus merasa puas terhadap kecepatan website kita?

Salah satu cara untuk mengecek kecepatan website kita adalah dengan menggunakan tool WhichLoadsFaster untuk membandingkan kecepatan website kita dengan kompetitor.

Cara yang lain, adalah dengan mengikuti panduan berikut:

Di bawah 1 detik = sempurna
1-3 detik = di atas rata-rata
3-7 detik = rata-rata
7+ detik = sangat buruk

PANDUAN KECEPATAN WEBSITE BERDASARKAN WAKTU LOADING

Tolok ukur ini diambil berdasarkan sebuah riset yang menunjukkan bahwa 47% pengguna mengharapkan loading halaman website di bawah 2 detik, dan 57% pengunjung akan cenderung meninggalkan halaman yang membutuhkan waktu loading selama 3 detik atau lebih.

Mengapa Kecepatan Website itu Penting?

Meningkatkan kecepatan website, terutama untuk masa sekaran, adalah hal yang sangat penting seitring dengan meningkatnya penggunaan internet lewat handphone yang mulai melebihi penggunaan internet via desktop.

Para pengguna internet cenderung tidak toleran terhadap website yang lambat. Perubahan perilaku penggunaan internet lewat handphone juga bisa berarti jika website kita lambat, maka website kita tidak akan terlihat oleh para pengguna.

Cara Meningkatkan Kecepatan Website

Jadi, bagaimana cara meningatkan kecepatan website kita? Mari kita mulai pembahasannya!

1. Menggunakan CDN (Content Delivery Network)

Melakukan hosting file media kita di content delivery network adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kecepatan website. Selain itu, cara ini seringkali dapat menghemat bandwidth hingga 60% dan mengurangi separuh jumlah requests yang dibuat oleh website kita.

Cara kerja CDN adalah dengan meng-hosting file kita di jaringan server besar di seluruh dunia. Ketika pengguna mengunjungi website kita dari Vietnam, misalnya, mereka akan mengunduh file dari server terdekat mereka. Karena bandwidth tersebar di begitu banyak server yang berbeda, hal ini dapat mengurangi beban pada single server manapun dan melindungi website kita dari DDoS attack dan lonjakan traffic yang besar.

2. Menggunakan plugin caching

Jika menggunakan WordPress, salah satu cara tercepat dan termudah untuk meningkatkan kecepatan website adalah dengan menginstall caching plugin seperti WP Total Cache atau WP Super Cache. Jika memang telah menggunkana WordPress sebelumnya, dua plugin tersebut sudah terinstall secara built-in di dalamnya.

3. Menambahkan Expires Header untuk memanfaatkan caching browser

Jika bukan pengguna WordPress, atau lebih memilih untuk tidak menginstall plugin lain untuk menambahkan Expires Headers dan caching browser, begini cara mengimplmentasikannya secara manual.

Expires Header memberi tahu browser apakah akan meminta file tertentu dari server website atau akan mendapatkan versi halaman dari cache browser. Hal ini berlaku jika seorang pengunjung website telah memiliki versi halaman website kita yang tersimpan di cache mereka. Sehingga, proses ini akan meningkatkan kecepatan website kita hanya untuk pengguna yang telah berkunjung sebelumnya.

Expires Header dapat meningkatkan kecepatan website kita dalam dua cara. Pertama, Expires Header mengurangi kebutuhan pengunjung website untuk mengunduh file yang sama dari server website kita dua kali. Yang kedua, Expires Header mengurangi jumlah permintaan HTTP yang diperlukan. Sehingga, hal ini dapat mempercepat waktu halaman untuk loading.

4. Menggunakan tema yang baik (WordPress)

Untuk mencegah terjadinya masalah-masalah dalam kecepatan website, kita juga harus mengoptimasi website dalam hal tema/desain website.

Sebagai digital marketer, rasanya sangat sia-sia jika seorang web designer telah membangun website yang sangat cantik namun memilliki performa buruk dari perspektif SEO atau kecepatan website.

5. Mengkompres gambar dengan WP Smush.it

Jika menggunakan WordPress, kita perlu menginstall plugin WP Smush.it agar gambar-gambar di dalam website kita terkompres secara otomatis. Hal ini akan mengurangi ukuran dari gambar-gambar kita tanpa memperburuk kualitasnya.

6. Membersihkan database

Salah satu “jebakan” dari WordPress adalah database kita bisa menjadi sangat berantakan dalam waktu yang cepat karena simpanan draft, revisi postingan, plugin yang tidak aktif, dll.

Untuk mengatasi hal ini, plugin bernama WP Optimize bisa dijadikan pilihan sebagai solusinya. Plugin ini menghapus semua hal yang tidak kita perlukan secara rutin.

7. Kompres website kita dengan Gzip

Gzip adalah metode praktis untuk mengkompress file-file website kita agar dapat menghemat bandwidth dan meningkatkan kecepatan website. Cara kerja Gzip adalah dengan mengkompres semua file kita ke dalam file zip, yang mana akan menghasilkan loading yang lebih cepat. Metode ini bekerja dengan mengirimkan konten dari server ke browser, yang mana prosesnya jauh lebih efisien dan menghemat waktu.

Kita bisa mengaktifkan Gzip dengan menambahkan kode di bawah ini ke dalam file .htaccess website kita:

# compress text, html, javascript, css, xml:
AddOutputFilterByType DEFLATE text/plain
AddOutputFilterByType DEFLATE text/html
AddOutputFilterByType DEFLATE text/xml
AddOutputFilterByType DEFLATE text/css
AddOutputFilterByType DEFLATE application/xml
AddOutputFilterByType DEFLATE application/xhtml+xml
AddOutputFilterByType DEFLATE application/rss+xml
AddOutputFilterByType DEFLATE application/javascript
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-javascript

Atau, kompres tipe-tipe file di bawah ini dengan ekstensi:

SetOutputFilter DEFLATE

Untuk mengecek apakah Gzip telah terpasang atau belum di dalam website kita, kita bisa menggunakan Gziptest.com.

Broken link tidak hanya menguras bandwidth, namun juga menjadi penyebab mengapa pengunjung meninggalkan website kita.

Untuk mengidentifkasi broken links kita, gunakan tools-tools di bawah ini:

9. Memperkecil file CSS dan JS

Salah satu kemungkinan penyebab kecepatan website rendah adalah banyaknya file Javascript atau CSS yang termuat dengan tidak efisien. Salah satu perangkap WordPress dan CMS lain adalah file JS atau CSS yang baru pasti ditambahkan saat hampir setiap kali kita menginstal plugin baru.

Ada beberapa cara untuk memperkecil file JS atau CSS kita. Cara pertama adalah dengan menyatukan semua file. Jadi, alih-alih membagi sepuluh file Javascript, kita cukup menempatkan semua Javascript ke dalam satu file saja.

Cara kedua dalam memperkecil file adalah dengan menghapus white space dan membuat file kita lebih kecil. Jika kita menggunakan WordPress, kita bisa menginstal plugin WP Minify agar file-file tersebut diperkecil secara otomatis.

10. Mengganti PHP dengan HTML Statis

PHP bagus untuk membuat website kita efisien dan mengurangi kebutuhan untuk memasukkan informasi yang berulang. Namun, mengambil informasi dari PHP membutuhkan sumber daya server yang besar. Kita bisa menggantinya dengan HTML statis yang tidak memakan banyak waktu.

11. Hubungkan dengan stylesheet, jangan gunakan @import

Mirip dengan poin di atas, @import membutuhkan sumber daya server lebih banyak daripada menghubungkan langsung dengan stylesheet kita. Alasan lain untuk tidak menggunakan @import adalah beberapa browser lama sudah tidak menggunakan ini. Jadi, sebaiknya hindari menggunakan proses ini.

12. Matikan pingbacks dan trackbacks di WordPress

Fitur pingbacks dan trackbacks tidak terlalu berpengaruh secara praktikal di dalam WordPress, walaupun fitur tersebut seringnya aktif secara default. Disarankan untuk mematikan keduanya karena dua fitur tersebut dapat menyumbat database kita dan meningkatkan jumlah permintaan yang dibuat.

13. Aktifkan Keep-Alive

HTTP Keep Alive mengacu pada pesan yang dikirim antara mesin website dan server yang meminta izin untuk mengunduh file. Mengaktifkan Keep Alive memungkinkan mesin website untuk mengunduh berbagai file tanpa meminta ijin berulang-ulang, yang mana dapat menghemat bandwidth.

Untuk mengaktifkan Keep Alive, cukup copy paste kode di bawah ke dalam file .htaccess kita.

<ifModule mod_headers.c>
    Header set Connection keep-alive
</ifModule>

14. Letakkan CSS di atas dan JS di bawah

Adalah dianggap sebagai langkah terbaik untuk meletakkan CSS sedekat mungkin dengan bagian atas halaman, karena browser tidak akan merender halaman kita sebelum bisa merender file CSS kita. Di sisi lain, Javascript harus berada di bagian bawah, karena hal ini akan mencegah browser dari parsing setelah tag sebelum dan setelah dimuat.

15. Matikan hotlinking gambar

Ketika website lain melakukan “hotlink” ke gambar yang ada di dalam website kita, hal ini akan menguras bandwidth dan membuat kecepatan website kita turun. Untuk mencegah hal ini, tambahkan kode snippet di bawah ini ke file .htaccess kita. Jangan lupa untuk mengganti text “haidiraly.com” dengan website yang diinginkan.

RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http(s)?://(www.)?haidiraly.com [NC]
RewriteRule .(jpg|jpeg|png|gif)$ – [NC,F,L]

16. Matikan semua plugin yang tidak terpakai

Jika menggunakan WordPress, plugin biasanya merupakan penyebab utama mengapa website kita memiliki kecepatan rendah. Jika ada plugin yang tidak terpakai atau tidak terlalu penting, baiknya segera hapus saja.

17. Meminimalisir round trip times (RTTs)

RTT adalah waktu yang dibutuhkan server dalam merespon permintaan yang dikirim oleh website. RTT dipengaruhi oleh banyak hal, namun, faktor utama dipengaruhi oleh berapa banyak jumlah permintaan yang dikirim.

Untuk mengurangi jumlah permintaan, gunakanlah CSS sprites untuk mengirim gambar lebih sedikit, memperkecil dan mengkombinasikan file JS dan CSS kita, dan tidak mengirim apapun yang tidak dibutuhkan.

0

Write A Comment

×

Dapatkan insight dan berdiskusi langsung seputar Digital Marketing, Sosial Media, tips website development, dan lowongan kerja di Grup Telegram.

GRATIS!

Join Grup Telegram