Sebagian di antara kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah online marketing ataupun digital marketing. Jenis pemasaran ini terdiri dari berbagai macam. Salah satu yang cukup efektif adalah content marketing. Di artikel ini, kita akan membahas tentang content marketing secara lengkap, dan strategi content marketing yang efektif untuk sebuah brand atau bisnis.

Daftar Isi

Apa Itu Content Marketing?

Content Marketing Institute menjelaskan bahwa content marketing memilik arti sebagai sebuah strategi pemasaran yang berfokus dalam membuat dan mendistribusikan konten yang bernilai, relevan, dan konsisten untuk menarik audiens dengan tujuan akhir menghasilkan keuntungan bagi sebuah bisnis.

Para digital marketer saat ini banyak yang menyadari pentingnya content marketing sebagai bagian dari strategi marketing yang mereka jalankan. Sebuah penelitian dari Demand Metric mencatat bahwa 91% marketer B2B dan 86% marketer B2C memanfaatkan metode content marketing untuk memasarkan produk mereka.

Mengapa Bisnis Memerlukan Content Marketing?

Belakangan ini, metode content marketing telah berkembang secara signifikan. Sebab, content marketing adalah salah satu cara paling efektif bagi para pebisnis online untuk memasarkan produk/jasa mereka. Penelitian yang sama dari Demand Metric menyebutkan, 60% orang akan tertarik untuk mempelajari produk setelah membaca konten terkait produk tersebut.

Secara statistik, metode content marketing dapat meningkatkan conversion rate sebesar enam kali lipat. Menurut sebuah riset yang dari Aberdeen Group, sebuah website yang menerapkan metode content marketing berhasil mendapatkan rata-rata conversion rate sebesar 2,9%. Sebaliknya, website yang tidak menggunakan konten sebagai strategi pemasaran mereka hanya mendapatkan rata-rata conversion rate sebesar 0,5%.

Lebih lengkapnya, Demand Metric memiliki beberapa bukti bahwa content marketing adalah strategi marketing yang efektif. Hasil penelitian dari Demand Metric tentang content marketing antara lain;

  • Mendapatkan leads 3 kali lebih banyak daripada marketing tradisional
  • Biaya untuk aktivitas content marketing 62% lebih kecil daripada marketing tradisional
  • 70% responden lebih senang mengetahui sebuah brand melalui konten daripada iklan
  • Sebanyak 82% responden merasa memiliki pengalaman dan opini yang positif dari content marketing
  • 72% resonden merasa memiliki hubungan dan koneksi positif terhadap brand.

Content marketing adalah strategi marketing yang harus kita jalankan karena konten yang kita produksi berbicara langsung kepada pelanggan kita. Content marketing berposisi sebagai jembatan komunikasi antara brand dan pasarnya. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat terbantu dengan adanya content marketing:

Meningkatkan Brand Awareness

Demand Metric menyimpulkan bahwa pelanggan merasakan hubungan yang lebih dekat dan lebih positif dengan brand yang membuat konten khusus untuk mereka. Hal ini menjadikan pembuatan konten adalah media yang berharga untuk memperkuat hubungan pelanggan dengan brand.

Semakin sukses konten yang kita buat, semakin banyak orang yang akan mengingat brand kita dan menciptakan hubungan positif.

Mengoptimasi Search Engine (SEO)

Memproduksi konten yang berbasis teks seperti artikel akan meningkatkan kualitas SEO dari website kita. Terdapat beberapa hal yang harus kita perhatikan ketika mengoptimasi SEO, seperti penggunaan keyword yang tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit. Memperhatikan meta title/description, gambar yang relevan, dan judul yang menarik bagi target audiens.

Memperluas Target Konsumen

Media sosial bisa menjadi tempat untuk bertemu orang-orang baru. Setelah konten terpublikasi, kita bisa memanfaatkan media sosial sebagai tempat untuk mempromosikan konten kita.

Kita juga bisa menambahkan plugin social media sharing di website kita agar memudahkan para pembaca untuk membagikan konten kita ke media sosial mereka. Jika konten media sosial dan konten website kita menarik, strategi content marketing kita akan menarik audiens dan pelanggan baru.

Memengaruhi Konversi

Jika audiens menikmati konten yang telah kita produksi, mereka akan merasakan koneksi yang lebih dekat dengan brand dan lebih memercayai brand kita. Hal ini akan meningkatkan konversi dari pengunjung menjadi pelanggan.

Menautkan link produk/jasa kita di artikel atau konten website juga bisa memberi dampak positif bagi strategi content marketing yang sedang kita jalankan.

Membangun Kesetiaan

Berbagai konten yang menarik dapat membawa pelanggan tetap kembali ke website kita setelah melakukan pembelian. Loyalitas pelanggan yang baik bisa membantu kita dalam memperkuat brand image sekaligus mendapatkan pembelian berulang-ulang dari pelanggan.

Strategi-strategi Content Marketing

Berikut ini adalah beberapa strategi content marketing yang bisa kita terapkan di brand/bisnis kita.

1. Menentukan goals/objectives

Mulailah dengan menentukan tujuan dari strategi content marketing yang kita buat dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti; “kenapa kita ingin memulai perencanaan content marketing?” “Apa tujuan kita dan apa yang membuat kita tertarik untuk membuat konten?”

Mengetahui tujuan apa yang ingin kita capai sebelum memulai perencanaan dapat membantu kita untuk menentukan hal-hal seperti apa yang cocok dalam strategi content marketing kita ke depan.

2. Membuat buyer persona

Agar strategi content marketing yang kita kembangkan menjadi sukses, kita wajib mengidentifikasi siapa profil pembeli alias buyer persona yang kita targetkan. Buyer persona bisa membantu kita untuk membuat perencanaan pemasaran yang lebih efektif, sehingga kita bisa membuat konten yang lebih relevan dan menarik bagi audiens kita.

Kita bisa membuat buyer persona dengan memanfaatkan Make My Persona tool dari HubSpot.

buyer persona untuk content marketing
Make My Persona by HubSpot

Seiring berkembangnya waktu dengan mengikuti ekspansi bisnis dari brand kita, buyer persona yang telah kita buat bisa mengalami perubahan. Saat hal ini terjadi, kita bisa menargetkan audiens baru atau memperluas target audiens kita.

Merefleksikan kembali siapa audiens dan buyer persona yang kita targetkan dengan melakukan market research setiap tahun sangat kita perlukan agar dapat mengevaluasi strategi pemasaran yang kita kembangkan.

3. Melakukan audit konten

Banyak dari para pebisnis atau digital marketer memulai aktivitas content marketing dengan membuat artikel blog. Namun, sebenarnya kita juga bisa membuat jenis konten lain selain artikel blog, seperti e-book untuk menyajikan tutorial/panduan lengkap, video yang kita unggah secara rutin tiap minggu atau bulan, podcast, dan sebagainya.

Jika kita sudah membuat banyak jenis konten untuk brand kita, kita perlu melakukan evaluasi terhadap konten-konten tersebut. Kita bisa melihat berbagai indikator seperti konten jenis apa yang secara efektif dapat memancing brand awareness. Konten jenis apa yang lebih baik untuk meningkatkan conversion rate. Kemudian, konten seperti apa yang perlu kita produksi lebih banyak atau kurangi kuantitasnya.

Setelah mengevaluasi, hal selanjutnya adalah melakukan perbaikan dan improvisasi untuk meningkatkan kualitas konten yang dapat membantu menaikkan brand image dan conversion rate bisnis kita.

4. Memilih CMS

Content Management System atau CMS adalah adalah aplikasi website yang mendukung pembuatan dan pengelolaan konten digital. Beberapa fitur yang harus ada di sebuah CMS adalah content creation (pembuatan konten), content publication (perilisan konten), dan content analytics (analisis konten).

Terdapat beberapa CMS yang bisa kita manfaatkan seperti WordPress, Joomla, Drupal, dan sebagainya. Masing-masing dari CMS tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya, tergantung kebutuhan dan konten seperti apa yang ingin kita tampilkan di website kita.

5. Memikirkan ide konten

Berikut ini adalah beberapa tools yang bisa membantu kita menentukan konsep hingga ide konten yang cocok untuk diproduksi.

HubSpot Website Grader

website grader untuk content marketing
Website Grader by HubSpot

Tool ini bisa kita gunakan ketika ingin melihat bagaimana progress strategi marketing yang telah kita buat, mulai dari blogging sampai ranah social media marketing. Website Grader memberi nilai pada area penting dalam rencana pemasaran kita dan mengirimkan laporan detil untuk membantu kita dalam mengoptimalkan dan memperbaiki strategi pemasaran kita.

AnswerThePublic

answerthepubic untuk content marketing
AnswesThePublic Interface

AnswerThePublic dapat memberi kita ide untuk setiap kata kunci yang kita masukkan di halaman utamanya. Setelah itu, AnswerThePublic akan menampilkan beragam topik, kata kunci, dan pertanyaan yang sering diajukan para pengguna internet. Kita bisa memanfaatkan tool ini untuk mencari ide dan memproduksinya hingga menjadi konten menarik.

Feedly

feedly untuk content marketing
Feedly Interface

Feed RSS populer yang satu ini adalah tool yang cukup bagus untuk digunakan sebagai pelacak topik populer. Kita bisa menggunakan Feedly untuk menyaring berita atau pembahasan populer yang relevan dengan niche market dari produk/jasa kita.

BuzzSumo

BuzzSumo Interface

Di BuzzSumo, kita bisa menemukan ide konten dan konten populer. BuzzSumo menggunakan sistem sharing media sosial untuk menentukan konten yang populer. Informasi yang muncul di Buzzsumo dapat membantu kita untuk menentukan ide konten apa saja yang bisa kita gunakan untuk website kita.

Blog Title Generator dari Impact

Blog Title Generator by IMpact

Jika kita mengalami kebingungan dalam menentukan topik atau judul apa yang cocok untuk website, kita bisa memanfaatkan tool Blog Title Generator dari IMpact. IMpact menyediakan tool ini secara gratis dan kita hanya perlu menulis jenis atau niche dari website kita, kemudian tool ini akan memberikan judul yang bisa kita sesuaikan dengan topik website kita.

Ubersuggest

Ubersuggest Interface

Tool yang dibuat oleh Neil Patell ini adalah salah satu tool paling populer di kalangan para digital marketer. Tool ini bisa kita manfaatkan untuk mencari ide topik konten atau artikel dalam menjalankan strategi content marketing kita. Kita hanya perlu memasukkan kata kunci yang ingin kita gunakan, kemudian tool ini akan memberikan saran kata kunci relevan terkait kata kunci tersebut.

6. Menentukan jenis konten

Jenis konten dapat memengaruhi bagaimana kita akan menyajikan konten tersebut nantinya. Setelah menentukan topik yang cocok, kita perlu menentukan konten seperti apa yang akan kita produksi. Berikut ini adalah beberapa jenis content marketing yang bisa kita buat:

Blog post

Blog post atau artikel blog adalah jenis konten yang paling sering digunakan dalam strategi content marketing. Artikel biasanya tersedia di website kita dan rilis secara rutin untuk menarik pengunjung baru ke website kita. Artikel harus berisi informasi yang bermanfaat dan memiliki gaya penulisan dengan bahasa yang mudah dipahami agar audiens merasa terbantu dengan artikel yang kita buat.

Selain itu, artikel yang ideal biasanya terdiri dari 800 hingga lebih dari 2000 kata. Tergantung tujuan, isi dan bentuk artikel yang kita produksi. Jika topiknya ringan, kita bisa membuat kurang lebih 800 kata, tapi jika memerlukan panduan atau penjelasan yang lengkap, 1000-2000 kata akan jauh lebih baik.

E-book

E-book, sesuai namanya, adalah buku elektronik yang biasanya berisi panduanpanduan tentang berbagai hal. Jenis konten ini dapat diunduh oleh pengunjung website setelah mengirimkan formulir yang biasanya berisi email atau informasi kontak mereka. Jenis konten yang satu ini bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan leads, yaitu orang-orang yang berpotensi menjadi pelanggan kita.

Sesuai jenisnya, pembahasan e-book cenderung lebih panjang dan mendalam, serta lebih jarang terpublikasi dibanding artikel blog.

Template

Template adalah format konten yang cukup praktis untuk diproduksi karena dapat menghasilkan lead untuk bisnis kita sembari menambah nilai lebih tinggi kepada audiens.

Infografik

Infografik dapat mengatur dan memvisualisasikan data pendukung dengan cara yang lebih meyakinkan daripada hanya dengan kata-kata/tulisan. Jenis konten ini cocok digunakan jika kita mencoba untuk berbagi banyak data dengan cara yang jelas dan mudah dimengerti.

Video

Video adalah jenis konten yang sangat menarik untuk dibagikan di seluruh platform media sosial dan website. Jenis konten video memerlukan waktu dan sumber daya yang lebih besar daripada konten tulisan, namun seiring meningkatnya popularitas visual marketing, jenis konten ini patut kita coba.

Podcast

Percakapan mengenai topik menarik yang dengan pembawaan santai dan ringan bisa membantu target audiens untuk mengenal brand kita lebih dalam. Dengan adanya podcast, kita dapat membantu audiens menemukan brand kita ketika mereka tidak bisa membaca konten setiap hari.

Webinar

Selain podcast, para digital marketer juga sering menggunakan webinar sebagai bagian dari aktivitas content marketing belakangan ini. Webinar adalah seminar online dengan mengundang pembicara ahli. Kita bisa mencari narasumber yang menarik dan relevan dengan brand serta niche market kita. Selain bertujuan untuk mengedukasi, kita juga bisa memanfaatkan webinar untuk mempromosikan brand hingga mendapakan keuntungan secara langsung dengan menawarkan tiket berbayar.

7. Mengelola konten menggunakan kalender editorial

Setelah menjalankan langkah-langkah di atas, kita bisa mulai mengeksekusi strategi content marketing kita. Salah satu caranya, kita bisa memanfaatkan kalender editorial seperti pada contoh di bawah ini.

kalender editorial konten marketing
Contoh Kalender Editorial

Secara singkat, kalender editorial adalah dokumen kerja yang memberikan informasi bagi semua orang yang terlibat dalam penerapan strategi pemasaran konten kita. Informasi ini digunakan untuk memproduksi, menyampaikan, dan mempromosikan rencana strategi content marketing. Kalender editorial harus berisi informasi dari pertanyaan siapa, kapan, mengapa, dan sebagainya.

Siapa di tim konten kita yang bertanggung jawab atas pembuatan, publikasi, dan promosi konten? Selain itu, pertanyaan ini juga menanyakan kepada siapa kita menargetkan konten tersebut? Pelanggan, prospek, atau pasar secara keseluruhan?

Apa tujuan dari konten yang dibuat? Informasi apa yang akan disertakan dan apa tindakan audiens yang kita harapkan setelah mereka melihat konten atau membaca artikel kita?

Kemudian, jenis konten apa yang akan digunakan; video, artikel, atau infografik? Konten yang kita buat juga bisa diubah menjadi jenis konten lain dengan topik yang sama. Misalnya, artikel blog bisa diubah menjadi infografik atau video, topik webinar bisa menjadi topik podcast yang diulas di artikel blog, dan seterusnya.

Setelah itu, saluran apa yang akan digunakan untuk mempromosikan konten tersebut? Kita bisa menggunakan Halaman Facebook, saluran YouTube, atau newsletter. Selain itu, kita juga bisa mempromosikan konten di Facebook Ads, Instagram Ads, Google Ads, dan sebagainya.

Kapan kita perlu merencanakan tanggal penting terkait produksi dan pendistribusian konten? Kita perlu memberi waktu yang cukup untuk pengembangan elemen tertulis atau visual yang ingin disertakan dalam konten kita, termasuk gambar, ilustrasi untuk infografis, atau video.

Mengapa kita membuat konten tersebut? Hasil apa yang ingin kita capai dari usaha ini? Memetakan informasi seperti ini dapat memastikan konten kita agar sesuai dengan tujuan dan perencanaan marketing kita. Jika semua sudah berjalan, kita juga perlu untuk melakukan evaluasi dan audit secara berkala demi kesuksesan aktivitas pemasaran kita.

Simpulan

Sekilas, mungkin terlihat terdapat banyak hal yang perlu dilakukan untuk menerapkan strategi content marketing dalam brand/bisnis kita. Aktivitas content marketing memang memerlukan lebih banyak waktu, tenaga, dan kreativitas, tetapi jika disusun dengan baik dan teratur, kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Semoga artikel ini membantu!

Author

Digital & Performance Marketing Specialist yang menyediakan berbagai jasa digital marketing untuk membantu mengembangkan bisnis Anda. Mari berkolaborasi dengan saya!

Write A Comment

CARI JASA DIGITAL MARKETING?

Ingin meningkatkan penjualan & Brand Awareness produk Anda dengan Digital Marketing?
Mari berkolaborasi dengan saya!