Contoh-contoh Iklan Google Ads yang Efektif! – Jika Anda mencari contoh-contoh iklan Google Ads yang dieksekusi dengan baik, maka Anda datang ke artikel yang tepat.

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari contoh-contoh iklan Google Ads di dalam berbagai industri, termasuk rinciannya mengapa iklan tersebut bisa berjalan sukses.

Simak sampai selesai, ya!

Apa yang membuat iklan Google Ads bisa sukses?

Setiap campaign iklan umumnya terdiri dari dua fase yang berbeda; Fase pra-klik dan fase pasca-klik.

  • Fase pra-klik: Segala hal yang audiens Anda lihat sebelum meng-klik iklannya
  • Fase pasca-klik: Pengalaman landing page yang audiens Anda lihat setelah mereka mengklik iklan Anda.

Saat membuat campaign iklan, banyak digital marketer yang terlalu fokus pada optimasi fase pra-klik. Campaign Google Ads yang baik idealnya juga harus membangun pengalaman pasca-klik yang menarik. Sehingga, audiens akan dengan senang hati untuk berlama-lama di landing page kita, mempelajari produk, dan membeli produk kita pada akhirnya.

Perbedaan antara iklan Google Ads biasa dan iklan Google Ads yang baik adalah, iklan Google Ads yang baik lebih memfokuskan ke fase pasca-klik

Seperti yang akan Anda lihat di contoh di bawah ini, perusahaan-perusahaan ini mengoptimasi pengalaman pasca-klik dengan membangun taktik peningkatan konversi, seperti:

  • Personalisasi: Iklan dan landing page menyesuaikan dengan segmen audiens yang ditargetkan
  • Pencocokan pesan: Iklan dan landing page memperkuat nilai jual yang sama
  • Desain yang berpusat pada konversi: Desain landing page pasca-klik ditujukan untuk mencapai satu tujuan tertentu
  • Berfokus pada konversiLanding page produk digunakan sebagai landing page biasa
  • Copywriting yang persuasif: Halaman pasca-klik yang berisi headline yang berorientasi pada manfaat produk dan call-to-action yang menarik
  • Rasio konversi 1:1: Setiap landing page harus mengarahkan audiens ke hanya satu call-to-action
  • Visual: Desain halamannya harus memiliki visual yang jelas dan tidak membingungkan.

Dengan menggunakan taktik tersebut, para pengiklan mampu menghubungkan fase pra-klik dan pasca-klik dengan lebih mulus. Dengan begitu, perjalanan audiens akan lebih nyaman untuk membeli produk Anda. Mengoptimasi pengalaman pasca-klik untuk audiens tidak hanya akan meningkatkan perjalanan audiens, namun juga meningkatkan conversion rate.

Contoh-contoh Google Ads dari 5 Perusahaan

Kita telah mengetahui apa saja taktik-taktik yang digunakan untuk membuat iklan Google Ads yang baik. Sekarang, kita akan membahas contoh-contoh iklan Google Ads yang berhasil dari beberapa perusahaan.

1. Endy

Endy adalah brand Direct to Consumer (DTC) yang berasal dari Kanada yang menjual matras di dalam sebuah kotak. Endy memiliki strategi agar iklan mereka bisa berbeda dari yang lain dengan melakukan personalisasi dari pra dan pasca-klik untuk audiens Kanada.

Begini contoh iklan Google Search untuk keyword “mattress” yang mereka gunakan:

contoh iklan google ads

Iklan Endy tersebut merupakan iklan yang persuasif, karena:

  • Mempersonalisasikan pesannya kepada audiensnya (“Canada’s Best Mattress”)
  • Menambahkan penawaran yang menarik (“Get a Free Weighted Blanket”)
  • Mendemonstrasikan bukti (“6,387 Reviews”)

Dengan mengklik iklannya, Anda aka disuguhkan dengan landing page pasca-klik dengan penawaran yang sama:

Landing page yang mereka gunakan juga memfiturkan gambar-gambar unik khas orang Kanada seperti batu keriting dan sirup mapel untuk memperkuat pesan “terbaik di Kanada” ke audiens Endy.contoh iklan google ads

Halamannya juga menyoroti fitur tentang banyaknya testimoni positif dari orang-orang Kanada:

Hal inilah yang membuat landing page mereka terlihat lebih menonjol:

  • Pesannya cocok dengan iklan mereka (“Get a Free Weighted Blanket”)
  • Personalisasi terhadap audiens (“Canadians Love Their Endy”)
  • Menggunakan landing page khusus, bukan halaman produk
  • Menyajikan penawaran waktu terbatas yang menarik (“Add a Weighted Blanket to your bundle-FREE”).

2. Shopify

Shopify adalah platform e-commerce untuk berbagai skala bisnis. Mereka menawarkan toko online yang mandiri, integrasi untuk mengubah website yang sudah ada menjadi website e-commerce, sistem poin penjualan, dan layanan lainnya untuk membantu bisnis menjual produk-produk mereka dimana-mana.

Banyaknya tipe produk dan klien mengharuskan mereka untuk mampu mengelompokkan iklan dan audiensnya secara efektif.

Mari kita lihat iklan mereka yang menargetkan pencarian keyword “create an online store”:

Sudah jelas bahwa iklan tersebut berfokus kepada bisnis-bisnis kecil. Ekstensi iklannya menyoroti masalah-masalah yang kerap dihadapi oleh pemilik bisnis yang ingin menjajal e-commerce untuk pertama kalinya. Seperti masalah bagaimana cara mereka mendaftarkan domain, atau bagaimana cara menjual produk handmade secara online.

Landing page pasca-klik mereka memiliki pesan tunggal berupa:

contoh iklan google ads

Pesan yang dibawakan Shopify jelas dan to the point. “Create an online store with Shopify. Everything you need to sell online. Trusted by 1,000,000 businessess wordlwide.” Formulir uji coba gratis yang mereka gunakan juga membuat pendaftarannya semakin mudah.

Bandingkan ini dengan iklan Shopify yang menggunakan keyword “ecommerce platform enterprise”:

Copywriting dari iklan di atas membahas masalah-masalah yang lebih rumit yang sering ditemui oleh bisnis yang sudah lebih mapan. Manfaat-manfaat seperti “up to 18% higher conversion rates” dan “unlimited staff accounts” menunjukkan bahwa iklan tersebut menargetkan perusahaan besar yang bertujuan untuk mengembangkan bisnis mereka.

Landing page tipe enterprise milik Shopify jauh berbeda dengan tipe e-commerce-nya. Penggunaan palet warna hitam dan desain yang minimalis, serta copywriting yang digunakan, semuanya memiliki pesan yang berbeda. Heading yang mereka gunakan juga berfokus kepada kustomisasi dan konversi:contoh iklan google ads

Bagian berikutnya berfokus kepada statistik yang menarik untuk memperkuat pesan konversi. Mereka juga memperkuat pesan “unlimited bandwidth” dari fase iklan pra-klik:

Jika dirangkum, yang Shopify lakukan dalam iklan Google Ads mereka:

  • Iklan-iklan mereka disegmentasikan berdasarkan audiens
  • Landing page-nya dipersonalisasi untuk tiap-tiap segmen audiens
  • Pencocokan pesannya efektif.

3. Wealthsimple

Wealthsimple adalah perusahaan Fintech yang menargetkan para milenial. Seperti namanya, pesan yang mereka sampaika berfokus pada betapa mudahnya untuk berinvestasi di platform mereka.

Berikut ini adalah contoh dari Wealthsimple untuk iklan dengan keyword “best stock trading app”:

contoh iklan google ads

Iklan tersebut menjadi menarik karena:

  • Menargetkan audiens orang Kanada (“Canada’s $0 Fee Trading App”)
  • Copywriting dan ekstensi iklannya membahas 2 potensi kekuatiran audiens: Komisi dan seberapa besar keterlibatan mereka dalam berinvestasi.

Bagian header pada lainding page pasca-klik Wealthsimple memperkuat pesan “commission-free” dari iklan mereka:

Halaman website-nya menampilkan visual yang sederhana namun kuat, yang memperkuat pesan “easy investing”:

contoh iklan google ads

Call-to-action tunggal yang menarik semakin memperkuat pesan sederhana yang mereka sampaikan:

Secara keseluruhan, iklan Google Ads tersebut luar biasa, karena:

  • Mengandung value proposition yang jelas: Investasi autopilot dengan biaya $0
  • Value proposition yang mereka bangun sejalan dengan pesan di fase pra-klik dan pasca-klik
  • Visual yang kuat dan digunakan dengan sengaja untuk memperkuat pesan yang disampaikan
  • Mengandung call-to-action tunggal dan jelas.

4. Docebo

Docebo adalah perusahaan SaaS yang bergerak di bidang learning management systems (LMS). Banyak perusahaan yang menggunakan produk-produk Docebo untuk membuat program e-learning bagi karyawan, mitra, dan pelanggan mereka.

Mari kita lihat iklan Docebo untuk pencarian dengan keyword “learning management system” dan iklan kompetitor mereka sebagai perbandingan:

contoh iklan google ads

Iklan Docebo sangat menarik karena pendekatan emosional mereka. Headline yang mereka gunakan. “The LMS You’ll Love to Use”, berhasil menonjol dari kompetitor merek yang menggunakan headline berisi keyword stuffing.

Iklan Docebo tersebut mengarahkan audiens ke landing page pasca-klik berikut:

Landing page ini sangat berfokus ke konversi. Header-nya menampilkan value proposition, empat manfaat produk, video promosi berikut, dan formulir untuk menghubungi ahli.

Landing page tersebut juga menampilkan elemen social proof berupa logo dan review produk dari brand-brand ternama yang sudah menggunakan Docebo.

contoh iklan google ads

Sama seperti Shopify, Docebo juga memiliki landing page khusus yang berfokus pada level enterprise untuk hasil pencarian “enterprise LMS software”:

Secara keseluruhan, iklan Docebo menarik karena:

  • Copywriting iklan yang menampilkan pendekatan emosional (“The LMS you’ll love to use”)
  • Mensegmentasikan audiens mereka (enterprise vs. non-enterprise)
  • Landing page yang dipersonalisasi untuk tiap segmen audiens
  • Landing page-nya menggunakan rasio konversi 1:1 (satu form, tidak ada link eksternal)
  • Videonya efektif dan menarik
  • Review dari para pelanggan sebagai social proof.

5. Upwork

Upwork adalah platform yang berasal dari Amerika Serikat yang digunakan oleh berbagai perusahaan untuk merekrut talenta pekerja lepas (freelance). Sebagai platform berbasis talent, mereka memiliki dua target audiens: perusahaan yang membutuhkan pekerja lepas, dan pekerja lepas yang membutuhkan pekerjaan. Inilah cara mereka untuk menargetkan perusahaan.

Pencarian dengan keyword “hire freelancers” akan membawa audiens ke iklan berikut:

contoh iklan google ads

Iklannya menarik karena:

  • Sangat relevan dengan apa yang sedang dicari. Yang mana hal tersebut akan meningkatkan Google Quality Score
  • Membangun kepercayaan (“Trusted by 5M+ Businessess”)
  • Menyelesaikan masalah yang dialami audiens dengan cepat (“3 Average Days to Hire”)

Iklan tersebut membawa audiens ke landing page pasca-klik berikut:

Halaman tersebut memiliki headline yang sederhana namun menarik seperti “Hire Verified”, yang didukung dengan value proposition yang kuat dan sejalan dengan pesan di iklannya.

Selain menampilkan logo klien-klien yang terkenal, tipe projek, freelancer yang tersedia, dan testimoni dari Microsoft, halaman tersebut juga menampilkan formulir sederhana berikut:

contoh iklan google ads

Landing page Upwork untuk pencarian dengan keyword “hire top developers” juga mirip, tapi ada sedikit perbedaan di heading halamannya:

Berbeda dengan kompetitornya, Fiverr, yang mengarahkan semua iklan mereka langsung ke halaman homepage dengan pop-up yang tidak menarik yang memerlukan login atau sign up dari pengunjung:

contoh iklan google ads

Iklan Google Ads Upwork sangat efektif karena mereka menggunakan:

  • Pencocokan pesan iklan dan landing page
  • Satu landing page untuk tiap grup keyword
  • Banyaknya social proof yang ditunjukkan
  • Satu call-to-action yang menarik dengan formulir singkat dan sederhana

Simpulan

Iklan Google Ads yang efektif memerlukan iklan yang terpersonalisasi dan tersegmentasi dengan pencocokan pesan yang baik di antara fase pra-klik dan pasca-klik. Artinya, landing page Anda harus melanjutkan narasi yang Anda sampaikan di iklan yang Anda jalankan agar hasilnya juga optimal. Semoga bermanfaat!

0

Write A Comment

×

Dapatkan insight dan berdiskusi langsung seputar Digital Marketing, Sosial Media, tips website development, dan lowongan kerja di Grup Telegram.

GRATIS!

Join Grup Telegram