Copywriter (Penulis Wara) adalah salah satu profesi yang saat ini gencar dicari oleh banyak perusahaan, terutama agensi periklanan dan media. Banyak orang menganggap bahwa aktivitas copywriting sangat efektif untuk pemasaran sebuah brand. Untuk menjadi seorang copywriter pun tidak harus memiliki ijazah atau gelar di bidang tertentu, sehingga semakin banyak orang tertarik untuk belajar copywriting.

Copywriting juga seringkali diartikan sebagai penulisan iklan yang bertujuan untuk menjual sebuah produk, memperkenalkan brand atau merk, atau bahkan mengajak audiens untuk membeli produk/jasa yang kita tawarkan. David Ogilvy, seorang yang disebut sebagai Bapak Periklanan Dunia pernah mengatakan “If it doesn’t sell, it isn’t creative“. Apa yang Ogilvy katakan tersebut menunjukkan bahwa penulisan copywriting yang memiliki kreativitas tinggi akan sangat berpengaruh terhadap hasil penjualannya.

Banyak sekali contoh copywriting yang efektif dan membuat sebuah brand menjadi viral serta mudah melekat di ingatan audiens. Masih ingat dengan jargon iklan “Mastin… Good…atau tagline ikonik Hingga Tetes Terakhir“? Dua jargon itu adalah beberapa contoh hasil dari copywriting yang berhasil melekat di ingatan audiens.

Nah, sebenarnya bagaimana cara menulis copywriting yang menarik dan mudah diingat oleh orang lain?

Langkah-Langkah Belajar Copywriting

Express Writers menyarankan langkah-langkah dalam memulai copywriting sebagai berikut:

1. Lakukan riset

Melakukan riset merupakan fondasi yang kuat jika ingin belajar copywriting. Hal utama yang dilakukan para copywriter bukanlah latihan menulis, tetapi mencari inspirasi atau melakukan riset untuk mengetahui bagaimana tulisan pola tulisan yang menarik untuk para audiens. Selain itu, tulisan juga harus menyesuaikan dengan karakteristik produk atau brand yang ingin dipromosikan.

Setiap tulisan yang dihasilkan umumnya telah mengalami proses riset yang panjang. David Ogilvy berhasil menciptakan copywriting legendaris untuk iklan Rolls Royce pada tahun 1958 yang berjudul “At 60 miles an hour” dengan melalui proses riset yang sangat panjang untuk memahami produk yang ingin Ia pasarkan kepada target audiensnya.

ogilvy rolls royce ad copywriting

Untuk memahami hal ini, Neil Patel dan Joseph Putnam memberikan saran untuk menanyakan pertanyaan wajib sebelum memulai penulisan, seperti:

  • Bagaimana kita mendeskripsikan produk ini?
  • Apa keunikan atau hal istimewa yang dimiliki produk ini?
  • Keuntungan apa yang disediakan dari produk ini?
  • Fitur apa saja yang dimiliki oleh produk ini, dan apa saja keuntungan dari tiap fiturnya?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti di atas, kita akan mengetahui berbagai kelebihan dan kekurangan dari produk yang akan dipasarkan.

2. Definisikan dan pahami audiens

Pada praktiknya, tidak semua tujuan dari copywriting adalah untuk meningkatkan penjualan. Namun, satu hal yang pasti dalam copywriting adalah untuk berkomunikasi dengan target audiens agar mereka melakukan sebuah tindakan yang sudah kita harapkan.

Sebuah brand bisa saja hanya ingin menghibur para audiensnya. Bisa jadi pula sebuah brand hanya ingin menambah database email dari para audiens mereka.

Apapun tujuan akhirnya, memahami dan mendefinisikan target audiens merupakan hal yang sangat krusial. Untuk melakukan hal itu, ada 6 pertanyaan yang harus kita jawab, antara lain:

  1. Siapa mereka?
  2. Apa yang menjadi permasalahan utama, keinginan, dan isu yang paling membuat mereka tertekan?
  3. Dari mana mereka mendapatkan informasi?
  4. Keuntungan produk apa yang dapat menyelesaikan masalah mereka?
  5. Apa yang bisa menjadi radar mereka untuk mengetahui kebohongan?
  6. Siapa yang mereka percaya?

Dengan menjawab 6 pertanyaan wajib di atas, kita telah memiliki fondasi untuk belajar copywriting yang baik.

3. Diam dan dengarkan

Eugene Schwartz, salah satu copywriter terbaik di dunia, mengatakan bahwa copy tak pernah ditulis, copy itu dikumpulkan. Jika kita melakukan riset dengan baik, kita tak usah khawatir mengalami writer’s block atau kebuntuan menulis.

Riset bukanlah sekadar menulis beberapa kata dan menulis apa yang kita temukan di Google. Mendengarkan juga termasuk ke dalam proses riset. Ada 3 hal yang harus kita dengarkan, antara lain:

a. Pencipta produk

Cobalah belajar untuk mendengarkan dari seseorang yang menciptakan produk yang akan kita promosikan. Catat dan dengarkan apa saja visi, misi, dan pesan yang ingin disampaikan kepada audiens atau calon pelanggan.

Dengarkan juga alasan mengapa Ia menciptakan produk tersebut serta harapan yang ingin Ia lihat dari para pelanggan. Dengan mendengarkan, kita akan memiliki banyak catatan untuk belajar copywriting.

b. Audiens

Dalam menulis sebuah copy, opini para audiens sangatlah diperlukan. Apa yang akan mereka katakan, mereka mau, dan mereka butuhkan?

c. Kompetitor

Kompetitor juga penting untuk didengarkan dalam belajar copywriting. Dengan begitu, kita bisa mempelajari apa yang berhasil dan tidak berhasil dari strategi yang mereka lakukan, bagaimana keadaan pasar mereka, dan sebagainya.

4. Kuasai headline

Sebuah headline bagaikan pisau bermata dua. Headline bisa mempercantik atau bahkan memperburuk copy yang kita tulis.

Rata-rata dari 10 orang yang membaca headline, hanya ada 2 orang yang akan berlanjut membaca keseluruhan dari isi berita atau artikel.

Dapat disimpulkan bahwa headline merupakan kunci utama dalam belajar copywriting. Meski begitu, tidak disarankan untuk membuat headline yang bersifat clickbait dan tidak sesuai dengan isinya. Tetaplah sederhana dan menarik untuk membuat audiens melakukan sesuatu.

Bagaimana cara menulis headline yang menarik? Ada beberapa rumus yang perlu diingat dalam menciptakan headline, diantaranya adalah:

  • spesifik
  • singkat
  • fokus pada 1 hal yang paling diinginkan oleh pembaca
  • refleksikan ekspektasi dari para pembaca

Memahami Dasar-Dasar Belajar Copywriting

Jika sudah menjalankan beberapa tahap di atas, ini saatnya kita untuk memahami dasar-dasar dari penulisan sebuah copy.

Enchanting Marketing menyebutkan bahwa ada beberapa hal dasar dari copywriting yang harus kita ingat dan pahami, antara lain:

  • keunggulan dan kegunaan harus sesuai
  • penulisan yang spesifik akan meningkatkan kepercayaan pembaca
  • gunakan bukti seperti testimonial dari pelanggan untuk meningkatkan kredibilitas
  • pengaruhi pembaca untuk melakukan sesuatu
  • tegas dalam penulisan call to action

Dalam menulis sebuah copy, tentunya ada benefit dan juga features dari produk yang kita tulis. Namun yang perlu diingat adalah penonjolan benefit dan features jangan sampai berat sebelah. Keduanya harus seimbang agar terlihat natural dan tidak berlebihan.

Setelah selesai menulis copy, jangan lupa untuk mengevaluasinya sebagai bahan pembelajaran ke depan.

Konsisten merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mempelajari segala sesuatu, termasuk belajar copywriting. Dengan langkah-langkah di atas dan dikombinasikan dengan konsistensi serta kemauan keras, belajar copywriting akan terasa mudah. Selamat belajar!

0

Write A Comment

×

Dapatkan insight dan berdiskusi langsung seputar Digital Marketing, Sosial Media, tips website development, dan lowongan kerja di Grup Telegram.

GRATIS!

Join Grup Telegram