Ngakunya Data-Driven Marketing, tapi A/B Testing
Gak Pernah Didokumentasi
Halo, nama saya Haidir Aly. Saya adalah seorang Performance Marketer dengan pengalaman lebih dari 6 tahun di dunia digital marketing. Selama karier saya, saya udah pernah handle puluhan brand di berbagai industri mulai dari otomotif, perbankan, elektronik, ritel, hingga crowdfunding di agency dan in-house. Kalau mau agak pamer dikit, saya juga pernah dapet penghargaan Marketeers Digital Marketing Heroes 2024 dan WOW Brand Award 2025 atas hasil digital campaign yang terukur.
Kalau ada yang mau kenalan dan connect di LinkedIn, feel free ya. Saya senang punya teman baru. Klik di sini untuk connect di LinkedIn.
Anyway, balik ke produk ya. Paid Ads Testing Tracker ini saya buat dari sistem pencatatan yang saya pakai sendiri, supaya setiap eksperimen iklan punya jejak yang bisa dirujuk kapanpun, bukan cuma ada di kepala satu orang.
Sebagai pengiklan pasti kamu sering banget testing konten, testing copywriting, testing audience, testing landing page, naik-turunin budget, dan sebagainya. Intinya banyak hal baru yang kamu coba lakukan di setiap campaign. Tapi kalau ditanya atasan/klien “kemarin pernah coba apa yang works?”, jawabannya cuma bisa kira-kira.
Itu bukan karena kamu kurang rajin testing atau memori ingatan kamu mini, tapi karena kamu gak punya sistem dan dokumentasi yang bisa nampung itu semua.
Paid Ads Testing Tracker ini adalah sistem dokumentasi tersebut. Kamu bisa dokumentasikan setiap eksperimen secara terstruktur, dan ubah setiap data testing jadi learning yang bisa dipake terus-terusan.
Bedanya Punya Sistem
vs Gak Punya Sistem.
- Hasil testing dicatat seadanya di notes, chat, atau gak dicatat sama sekali, cuma berusaha diinget di kepala doang.
- Ganti creative karena “feeling” bukan karena hipotesis yang jelas
- Sebulan kemudian lupa apa yang pernah dicoba dan hasilnya apa
- Anggota tim baru mulai dari nol karena gak ada dokumentasi
- Kesalahan yang sama diulang di campaign berikutnya
- Susah justify/berargumen ke klien atau owner kenapa budget testing dipake
- Setiap eksperimen punya hipotesis, variabel, dan hasil yang tercatat rapi
- Keputusan testing berbasis data yang valid dan terdokumentasi, bukan cuma intuisi
- Learning terakumulasi dan bisa dirujuk kapanpun
- Onboarding tim baru lebih cepat karena semua konteks udah ada
- Gak mengulang eksperimen yang sudah terbukti gak berhasil
- Ada data yang bisa kamu tunjukkan untuk justify setiap keputusan
Paid Ads Testing Tracker. Satu file Google Sheets yang mengubah setiap eksperimen jadi learning yang terstruktur dan bisa kamu pake terus-terusan.
Semua yang Kamu Butuhkan
untuk Testing yang Proper.
Dirancang untuk performance marketer, digital marketer, advertiser, media buyer – apapun itu nama role kamu – yang running banyak eksperimen, dari mulai mendefinisikan hipotesis sampai mendokumentasikan learning yang actionable.
Hipotesis & Variabel Testing
Definisikan hipotesis sebelum campaign jalan. Catat variabel apa yang diuji, apakah creative, audience, budget, placement, dengan struktur yang konsisten tiap eksperimen.
Pencatatan Hasil & Metrik
Input hasil tiap eksperimen: CTR, CPC, CPM, ROAS, CPA. Semua tersimpan per baris, mudah difilter dan dicompare antar campaign.
Kesimpulan & Learning Actionable
Kolom khusus untuk dokumentasikan apa yang berhasil, apa yang gak, dan kenapa. Ini jadi modal kamu di setiap campaign berikutnya.
Status Eksperimen
Tandai setiap test: On Going, Concluded, atau Need More Data. Tau persis mana yang perlu dilanjutkan dan mana yang sudah bisa diputuskan.
Filter & Sort Fleksibel
Cari learning berdasarkan platform, tipe variabel, atau status. Langsung filter ke eksperimen yang kamu cari tanpa harus scroll panjang.
Summary Dashboard
Overview total eksperimen, win rate, dan learning aktif yang siap diaplikasikan, semua otomatis terhitung dari data yang kamu input.
Tracker Ini Buat Kamu Kalau…
Kamu seorang media buyer atau performance marketer yang running banyak eksperimen iklan dan butuh sistem pencatatan yang rapi, yang bisa dirujuk kapanpun, bukan cuma diingat.
Kamu handle beberapa campaign atau klien sekaligus dan butuh cara untuk pastikan learning dari satu campaign bisa diaplikasikan ke yang lain, gak mulai dari nol terus.
Kamu bagian dari tim marketing yang perlu shared knowledge base, biar gak ada duplikasi testing dan semua orang bisa belajar dari eksperimen yang udah pernah dilakukan.
Kamu seorang business owner yang jalanin ads sendiri dan mau pastikan setiap rupiah yang dipakai untuk testing punya output yang jelas, terdokumentasi, dan bisa kamu evaluasi.
Lihat Dulu Sebelum Beli.
Sheet yang langsung bisa kamu pake. Gak perlu setup ribet, gak perlu skill coding, gak perlu otak-atik formula manual.
Dua Tools Tambahan. Gratis.
Langsung bisa kamu pake bersama Paid Ads Testing Tracker. Tanpa biaya tambahan.
UTM Generator
Buat URL tracking yang rapi dan konsisten untuk semua channel; Meta, Google, TikTok, email. Tanpa harus ketik manual satu-satu.
Campaign Naming Convention
Generator nama campaign, ad set, dan ads yang konsisten dan terstruktur. Biar reporting kamu lebih rapi dan mudah dibaca siapapun.
Investasi Sekali, Dipakai Selamanya.
- Paid Ads Testing Tracker — sheet lengkap
- Hipotesis & variabel testing terstruktur
- Pencatatan hasil & metrik key per eksperimen
- Kesimpulan & learning actionable
- Status & prioritas eksperimen
- Summary Dashboard otomatis
- + Bonus: UTM Generator
- + Bonus: Campaign Naming Convention
Format Google Sheets · Dapat diakses langsung setelah checkout.
Hasil dan learning dari tracker ini bersifat observasional berdasarkan data yang kamu input. Kesimpulan eksperimen sebaiknya divalidasi dengan sample size yang cukup sebelum dijadikan keputusan skala besar.
Yang Udah Pake Paid Ads Testing Tracker Ini.
Pertanyaan yang Sering Ditanya.
Saatnya A/B Testing Kamu
Punya Sistem yang Proper.
Satu kali bayar. Dipakai selamanya. Mulai dokumentasikan hari ini.
Dapatkan Testing Tracker — Rp 99.000

