Remarketing Adalah: Definisi dan Contohnya – Penggunaan remarketing telah menjadi sangat umum di dunia digital, karena pengguna/audiens seringkali merasa terganggu dengan iklan yang terus mengikuti mereka di berbagai website setelah mereka hanya melihat sebuah produk sekali saja.

Meskipun demikian, jika penggunaan remarketing dilakukan dengan benar, teknik ini masih bisa menjadi metode yang efektif bagi para digital marketer di berbagai industri.

Jika Anda sudah pernah mencoba metode remarketing tapi belum mendapatkan hasil yang diinginkan, di artikel ini akan berbagi beberapa ide tentang bagaimana cara mensegmentasikan audiens secara lebih spesifik dan mencoba berbagai jenis audiens yang mungkin belum pernah Anda coba sebelumnya.

Berbagai platform iklan terus menawarkan opsi baru untuk menjangkau pengguna di luar metode remarketing berbasis pixel yang biasa digunakan, mengingat semakin meningkatnya pembatasan terhadap kemampuan tracking dalam sebuah iklan.

Baca Juga: Cara Pasang Pixel di Landing Page

Sebagai langkah awal, mari kita mulai dengan memberikan definisi dasar bagi Anda yang mungkin kurang familiar dengan metode ini.

Daftar Isi

Remarketing Adalah

Remarketing (atau sering disebut retargeting) adalah strategi pemasaran berbayar yang memungkinkan Anda menayangkan iklan kepada orang-orang yang sebelumnya telah mengunjungi website Anda atau berinteraksi dengan konten Anda di media sosial.

Remarketing yang dilakukan melalui website menggunakan sebuah pixel yang ditempatkan di website tersebut, dengan bertujuan untuk menjangkau individu-individu yang pernah mengunjungi halaman-halaman atau melakukan kegiatan-kegiatan tertentu di dalam website.

Selain itu, ada juga remarketing yang didasarkan pada tingkat interaksi pengguna/audiens dengan konten Anda di media sosial atau setelah mereka menonton video Anda, dengan bertujuan agar bisa menjangkau audiens tersebut.

Simak terus artikel ini untuk mengetahui jenis-jenis remarketing yang bisa Anda pertimbangkan untuk iklan Anda.

1. Pengunjung Halaman Pricing

Jika seseorang mengunjungi halaman pricing produk Anda, kemungkinan besar mereka sudah mempertimbangkan produk Anda dengan proses riset yang mereka lakukan, dibandingkan dengan seseorang yang hanya mengunjungi homepage atau landing page Anda.

Mereka mungkin sedang membandingkan harga produk Anda dengan kompetitor Anda dan mempertimbangkan fitur-fitur spesifik yang tersedia di berbagai level pricing.

Anda bisa melakukan retargeting terhadap kelompok audiens ini dengan mengelompokkan pengunjung halaman pricing ke dalam satu kategori tersendiri.

remarketing adalah
Contoh halaman pricing SalesForce

Dengan begitu, kelompok audiens ini mungkin lebih bersedia untuk menanggapi ajakan call to action demo produk Anda, dibandingkan menargetkan orang-orang yang hanya mengunjungi homepage website Anda.

2. Pengunjung Halaman Spesifik Industri

Mensegmentasikan audiens berdasarkan industri bisa menjadi rumit ketika Anda mencoba memasarkan orang-orang di industri yang memiliki ceruk spesifik.

Jika Anda memiliki halaman di website Anda yang dibuat untuk masing-masing industri, Anda bisa membuat audiens remarketing terpisah untuk halaman-halaman berdasarkan industri tersebut.

Anda bisa membuat kelompok-kelompok orang yang kurang lebih telh menyatakan tertarik pada produk Anda dalam industri mereka masing-masing.

Setelah itu, Anda bisa menargetkan iklan yang unik dan berbeda untuk masing-masing industri dengan komunikasi yang berbeda, tergantung industri dan kebutuhan mereka.

Sebagai contoh, Anda bisa membuat sebuah panduan yang menjelaskan bagaimana developer real estate bisa menggunakan produk software Anda untuk melacak prospek dan Anda bisa menargetkan panduan tersebut ke orang-orang yang mengunjungi halaman industri real estate di website Anda.

3. Remarketing Cross-Channel

Anda bisa memanfaatkan remarketing dengan cross-channel dengan cara membangun segmentasi remarketing untuk orang-orang yang mengunjungi website Anda dari channel dan campaign yang berbeda-beda.

Ini adalah cara yang baik untuk menargetkan audiens dari satu platform ke platform lainnya.

Sebagai contoh, jika Anda menjalankan LinkedIn Ads, Anda bisa menargetkan orang yang melakukan klik dari sebuah iklan yang menargetkan C-level.

Dengan audiens berbasis URL, Anda bisa menargetkan orang-orang yang sesuai dengan kriteria penargetan profil LinkedIn menggunakan channel lain dengan biaya yang lebih rendah seperti Google Display.

Selama Anda memberi tag pada link Anda dengan struktur UTM yang konsisten, Anda bisa menyalin URL landing page, dan menghubungkan tagnya ke field URL Contains” saat setup iklan remarketing.

Solusi tersebut memungkinkan Anda mengeluarkan biaya untuk iklan di LinkedIn menggunakan opsi targeting mereka, namun Anda juga bisa menghindari harga iklan remarketing LinkedIn yang relatif lebih mahal daripada platform lain.

4. Audiens Add to Cart

Audiens Add to Cart adalah orang-orang yang telah menemukan produk yang mereka inginkan di website Anda, namun mereka hanya menambahkan produknya ke keranjang tanpa menyelesaikan pembayaran.

Melakukan iklan remarketing dengan menargetkan kelompok audiens ini bisa mengingatkan mereka untuk kembali masuk ke website Anda agar mereka bisa menyelesaikan pembeliannya.

Anda juga bisa menyertakan penawaran spesial untuk mengajak audiens tersebut kembali dan menyelesaikan pembelian.

Sebagai contoh, Anda bisa menyertakan pesan “selesaikan pembelian Anda hari ini dan dapatkan diskon 20%” di dalam iklan remarketing Anda. 

5. Pembelian Sebelumnya

Jika seseorang membeli sebuah produk dari website Anda di masa lalu, Anda juga bisa menjalankan remarketing dengan menargetkan mereka untuk melakukan pembelian lagi.

Produk yang Anda promosikan dan waktu remarketingnya bergantung pada tipe produk yang dibeli.

Sebagai contoh, jika seseorang baru saja membeli tas untuk mendaki gunung, mereka mungkin saja sedang mencari produk yang serupa seperti sepatu untuk mendaki gunung.

Jika seseorang memesan sebuah printer, mereka cenderung tidak akan membeli printer lagi dalam periode waktu yang pendek, namun mereka mungkin akan membutuhkan cartridge tinta baru 6 bulan kemudian.

Anda harus berhati-hati agar iklan remarketing Anda tidak terlalu mengganggu. Jika Anda menjalankan iklan remarketing terlalu cepat dari periode waktu penjualan, audiens akan merasa terganggu dan hal itu akan membentuk persepsi negatif untuk brand Anda.

6. Penonton Video

Remarketing penayangan video mampu menargetkan orang-orang yang pernah menonton video iklan Anda dan bahkan belum pernah mengunjungi website Anda.

YouTube, Meta, and LinkedIn, dan TikTok Ads adalah empat channel terpopuler saat ini yang bisa digunakan untuk membuat audiens remarketing dari penonton video Anda.

Baca Juga: Biaya TikTok Ads di Tahun 2023

Dashboard YouTube Ads
Dengan YouTube Ads, Anda bisa mensegmentasikan orang-orang berdasarkan kriteria seperti:
  • Menonton semua video dari sebuah channel.
  • Menonton beberapa video.
  • Menonton semua video (iklan) dari sebuah channel.
  • Menonton beberapa video (iklan).
  • Interaksi channel, termasuk kunjungan channel, subscribe, dan menyukai video.
remarketing adalah
Meta Ads Dashboard

Dengan Meta, Anda bisa mensegmentasikan audiens berdasarkan kriteria-kriteria berikut untuk semua video atau beberapa video yang Anda pilih:

  • Menonton video setidaknya selama 3, 10, atau 15 detik
  • Menonton video sampai 25%, 50%, 75%, atau 95%

Sedangkan untuk LinkedIn Ads memungkinkan Anda untuk mensegmentasikan audiens penonton video sampai 25%, 50%, 75%, sampai 95%.

7. Interaksi Media Sosial

Audiens yang telah berinteraksi dengan Facebook fanpage atau Instagram bisnis Anda juga tersedia dalam dashboard Meta Ads. Fitur ini memungkinkan Anda untuk melakukan remarketing di luar dari audiens website Anda.

Jika ada audiens yang berinteraksi dengan postingan Facebook/Instagram Anda, kemungkinan besar mereka juga tertarik kepada konten/bisnis Anda.

Anda bisa menargetkan audiens berdasarkan kriteria-kriteria berikut:

  • Orang yang like atau follow fanpage Anda.
  • Semua orang yang berinteraksi dengan fanpage Anda.
  • Semua orang yang mengunjungi fanpage Anda.
  • Semua orang yang berinteraksi dengan setiap postingan atau iklan Anda.
  • Orang yang klik setiap tombol call-to-action.
  • Orang yang mengirim pesan ke fanpage Anda.
  • Orang yang menyimpan postingan Anda.

Anda juga bisa mengkombinasikan kriteris-kriteria tersebut untuk disertakan/dikecualikan (include/exclude) dari grup penargetan.

Sebagai contoh, Anda bisa menjangkau orang-orang yang mengunjungi fanpage Anda namun mereka tidak like atau follow.

LinkedIn juga memungkinkan Anda untuk menargetkan kembali orang-orang yang pernah berinteraksi dengan iklan single image Anda.

Ingin Meningkatkan Penjualan Produk Anda dengan Remarketing?

Jika Anda tertarik untuk meningkatkan efektivitas iklan digital Anda melalui metode remarketing, jangan ragu untuk menggunakan jasa digital marketing dan jasa iklan saya.

Saya adalah seorang digital & performance marketer profesional yang memiliki pengalaman membantu lebih dari 15 brand dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis dan penjualan mereka secara digital.

Saya dapat membantu Anda mencapai tujuan bisnis Anda dengan lebih cepat dan efisien secara digital. Ayo mulai optimalkan pemasaran digital Anda bersama saya sekarang juga! Mari bekerjasama dengan klik link ini.

Author

Digital & Performance Marketing Specialist yang menyediakan berbagai jasa digital marketing untuk membantu mengembangkan bisnis Anda. Mari berkolaborasi dengan saya!

Write A Comment

CARI JASA DIGITAL MARKETING?

Ingin meningkatkan penjualan & Brand Awareness produk Anda dengan Digital Marketing?
Mari berkolaborasi dengan saya!