Ketika kita memikirkan tentang sebuah produk – katakanlah sebuah Pizza, maka nama yang pertama terlintas di benak kita mungkin adalah brand Pizza Hut. Berkat top of mind awareness (TOMA) ini, Pizza Hut – secara konsisten masih menjadi brand produsen Pizza teratas di dunia.

Lalu, bagaimana caranya agar sebuah brand E-Commerce bisa mencapai titik brand awareness yang serupa dengan Pizza Hut, bagi para konsumen mereka?

Apa itu Top of Mind Awareness?

Top of Mind Awareness adalah konsep yang penting dalam perisetan target market. Metriks TOMA menggunakan metode pengukuran dalam seberapa tinggi sebuah brand bisa ‘meranking’ diri mereka di dalam pikiran atau kesadaran konsumen.

Brand pertama yang berhasil muncul di benak konsumen ketika mereka memikirkan sebuah produk, industri, atau niche tertentu telah berhasil mencapai metriks top of mind awareness ini. Walaupun memang, tidak semua konsumen akan memikirkan sebuah brand yang sama, tetapi hasil dari benak tersebut menjelaskan indikasi tentang perusahaan mana yang paling populer dalam suatu industri.

Perlu dicatat bahwa terkadang brand yang pertama kali dipikirkan konsumen ketika mereka memikirkan sesuatu, adalah brand  yang justru biasanya tidak terlalu mereka sukai, atau lebih parah – brand yang pernah terlibat kasus negatif/skandal. Jadi, metriks top of mind awareness juga bisa jadi memiliki asosiasi yang negatif. Namun, menjadi ‘top of mind‘ dalam pikiran konsumen biasanya merupakan nilai tambah yang besar bagi sebuah brand.

Pentingnya Top of Mind Awareness

Manfaat utama dalam meraih metriks top of mind awareness sebenarnya cukup jelas. Jika brand kita adalah brand yang pertama kali dipikirkan oleh orang-orang, maka secara naluriah mereka akan mencari produk dari brand kita di saat mereka membutuhkannya.

Namun, pentingnya top of mind awareness bukan hanya itu. Selain manfaat utama di atas, terdapat juga manfaat-manfaat tambahan lainnya;

  • Aktivitas marketing menjadi lebih efektif: karena khalayak umum merasa telah familiar dengan brand kita, campaign-campaign marketing kita akan menjadi mudah diingat oleh konsumen. Ditambah, ketika kompetitor mengiklankan produk mereka, para konsumen mungkin bisa saja berpikir bahwa produk tersebut adalah milik brand kita.
  • Aktivitas PR menjadi mudah: ketika brand kita terknal, maka lebih mudah bagi kita untuk menjadi liputan dari media.
  • Peringkat pencarian akan melonjak: jika telah cukup banyak orang-orang yang mencari brand kita di Google, website kita akan muncul di halaman pertama mesin pencarian Google dan mendorong posisi website kita ke posisi teratas dari hasil pencarian keyword tertentu.
  • Meningkatkan integritas dan brand value: brand yang telah berhasil meraih top of mind awareness seringkali mendapatkan kepercayaan lebih dari konsumen dan bisa menjual produk-produk mereka dengan harga yang lebih tinggi.
  • Prospek yang lebih banyak: semakin banyak orang yang mengetahui produk-produk kita, maka akan semakin mudah untuk membawa mereka melewati proses funneling menuju ke konversi/pembelian.

Bagaimana Cara Meningkatkan Top of Mind Awareness?

Top of mind awareness seringkali diraih oleh brand-brand yang memiliki market share yang paling luas. Namun, sebenarnya ada banyak cara untuk meningkatkan top of mind awareness dan men-challenge dominasi kompetitor – terutama di bidang E-Commerce.

4 strategi ini akan membantu kita meningkatkan top of mind awareness untuk brand E-Commerce kita di benak publik.

1. Membangun visibilitas brand

Semua jenis pemasaran E-Commerce tentunya bertujuan untuk mendorong visibilitas dari masing-masing brand-nya. Namun, media sosial dan SEO juga dinilai cukup membantu.

Berhasil muncul di halaman hasil pencarian (SERP) adalah kunci untuk meningkatkan discoerability dari brand kita. Jadi, pastikan untuk melakukan riset keyword dan buatlah banyak postingan artikel blog, video, dan lain-lain di website kita.

Jika kita bisa menetapkan diri kita sebagai top of mind brand dalam niche market atau industri kita, tidak hanya akan membangun brand awareness, tetapi konsumen juga lebih cenderung beralih ke produk kita di masa depan.

Kita juga bisa meningkatkan pengaruh dari konten-konten kita dengan cara membagikannya ke media sosial. Strategi ini juga cukup masuk akal untuk memperlebar jangkauan brand kita, mengingat penggunaan platform media sosial juga semakin meningkat setiap harinya.

Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan penggunaan hashtag, bekerjasama dengan influencer, melakukan aktivitas iklan berbayar, dan lain-lain.

2. Mengoptimasi etalase digital

Tidak jarang para konsumen menemukan produk-produk yang mereka cari lewat etalase digital dari para online retailer. Jadi, penting untuk brand-brand E-Commerce untuk memperluas jangkauan mereka lewat penempatan etalase digital di website-website retail tersebut.

Selain menambah produk-produk kita di beberapa marketplace seperti Shopee atau Tokopedia, kita juga layak untuk mencoba menambah penempatan produk kita di website retailer.

Untuk meningkatkan brand awareness di dalam website-website ini, kita bisa mengoptimasi halaman produk kita dengan mencantumkan keyword yang tertarget, kategori produk, atau gambar-gambar yang atraktif. Sebagai hasilnya, produk-produk kita akan berpotensi untuk muncul secara reguler di halaman hasil pencarian, rekomendasi produk, dan halaman kategori produk.

3. Memberikan customer experience yang baik

Jika ada seseorang yang memiliki pengalaman baik yang tidak terlupakan dengan brand kita, kemungkinan besar mereka akan mengingat pengalaman tersebut. Bahkan mungkin jauh lebih baik; mereka akan merekomendasikan produk-produk dari brand kita ke teman-teman mereka.

Ada banyak cara untuk membuat konsumen merasakan pengalaman-pengalaman luar biasa dengan brand kita. Retailer E-Commerce asal Amerika – Zappos, membuat konsumen mereka puas dengan kebijakan pengembalian barang yang sangat fleksibel. Brand kecantikan asal Perancis – Sephora, memanjakan konsumennta dengan hadiah gratis yang dapat ditukarkan di toko online mereka.

4. Beriklan di omnichannel

Jika telah melakukan 3 strategi di atas namun konsumen belum juga berinteraksi dengan brand kita, kita masih memiliki pilihan untuk meraih status top of mind lewat periklanan.

Beriklan di media sosial adalah cara yang tepat untuk mempromosikan produk kita. Dengan beriklan di media sosial, kita juga bisa memperlebar jangkauan dari konten-konten kita dan meningkatkan pengikut profil media sosial kita. Iklan PPC juga bisa mendorong konten dan produk kita untuk bisa muncul ke banyak website dan mesin pencarian seperti Google, Apple Search, Yahoo!, Bing, dan lain-lain.

40% marketers juga menggunakan shoppable media. Menggunakan shoppable media seperti CPAS Facebook sangat bermanfaat untuk penjualan produk brand karena konsumen bisa langsung membeli produk kita setelah terkena iklan. Hal ini membuat funnel yang kita tawarkan ke konsumen menjadi lebih singkat.

Selain itu, kanal-kanal marketing tradisional seperti media cetak, iklan TV, dan out-of-home advertising (OOH) juga tak kalah penting untuk membangun brand awareness. Kanal-kanal tersebut menawarkan jangkauan audiens yang luas. Iklan TV juga terkenal dalam meningkatkan pencarian brand.

Metriks Pengukuran Top of Mind Awareness

Top of mind awareness biasanya diukur dengan survei riset market. Namun, kita juga bisa menggunakan Google Analytics, media monitoring software, dan tools SEO untuk mengukur metriks ini.

Brand recall

Untuk mengukur brand recall, pewawancara cukup mengajukan pertanyaan terbuka kepada konsumen tentang apa brand pertama yang muncul di benak mereka untuk niche, produk, atau industri tertentu. Skor TOMA kita ditentukan oleh persentase yang menyebutkan brand kita terlebih dulu.

Selanjutnya, para responden biasanya diminta untuk mengidentifikasi brand lain yang memiliki kategori serupa. Setelah itu mereka akan mengingat dan menyebutkan brand-brand lain sebanyak mungkin.

Jika dalam identifikasi tersebut brand kita berhasil disebutkan oleh responden, kita bisa menggali lebih dalam dengan menanyakan apa yang mereka ketahui atau apa yang mereka ingat tentang brand kita. Hal itu bisa berupa campaign yang pernah kita lakukan, atau pengalaman-pengalaman mereka dengan brand kita.

Share of Search

Tidak ada salahnya untuk mencoba melakukan survei dan membandingkan hasilnya dengan beberapa KPI digital seperti Share of Search.

Cara kerja metriks Share of Search adalah dengan membandingkan jumlah pencarian organik dari brand kita sebagai proporsi dari semua penelusuran yang diterima brand dalam industri kita. Untuk menghitung Share of Search, cukup dengan menggunakan keword research tool seperti Google Keyword Planner.

Metriks brand awareness yang lain

Beberapa KPI digital untuk mengukur top of mind awareness antara lain;

  • Branded search volume 
  • Brand mentions 
  • Social media followers 
  • Social media reach 
  • Paid media reach 
  • Direct traffic

Simpulan

Pentingnya top of mind awareness sudah sangat tidak diragukan lagi. Jadi, bagi perusahaan E-Commerce yang ingin tetap berada di benak konsumen perlu memiliki strategi brand awareness – bahkan jika mereka sudah menjadi brand paling dominan di niche pasar mereka. Tetapi, perlu diingat bahwa walaupun ingin menjangkau konsumen baru, jangan lupa untuk tetap menjaga hubungan baik dengan konsumen lama.

0

Write A Comment

×

Dapatkan insight dan berdiskusi langsung seputar Digital Marketing, Sosial Media, tips website development, dan lowongan kerja di Grup Telegram.

GRATIS!

Join Grup Telegram